Jakarta –

Read More : KKP Minta Tambahan Anggaran 2025 Jadi Rp 10,7 T, Ini Rinciannya

Direktur Utama Perum Bulog Bayo Krishnamurthy mengatakan, stok beras pemerintah (CBP) saat ini sebanyak 1,63 juta ton. Ia mengklaim angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 tahun lalu.

“Stok Bulog saat ini termasuk yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir, mencapai 1,63 juta ton, yang lebih dari cukup untuk mendukung program bantuan pangan dan program SPHP. Terakhir Bulog punya 1,6 juta ton pada Januari 2020, lebih banyak dibandingkan 4 tahun terakhir,” jelasnya di kantor Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024).

Stok yang dimiliki Bulog saat ini merupakan campuran impor dan dalam negeri. Pasokan dalam negeri mencapai 560.000 ton setara gabah atau 273.000 ton setara beras.

Beliau mengatakan: Alhamdulillah, baik dari pengelolaan pasokan luar negeri maupun upaya teman-teman di daerah yang sangat intensif, dengan berbagai program termasuk rencana panen gabah, kini stok kami lebih dari 1,6 juta ton.

Beras impor juga terus masuk ke Tanah Air meski panen sudah berlangsung. Bayo mengatakan beras impor Indonesia terkonsentrasi di daerah-daerah yang bukan merupakan sentra produksi.

Katanya, kedatangan beras impor kita kelola, kita perhatikan daerah-daerah yang bukan sentra produksi, pelabuhan-pelabuhan yang jauh dari sentra produksi, itu yang kita fokuskan.

Selain itu, pada daerah yang menjadi sentra produksi, dapat dihentikan sewaktu-waktu untuk melihat bagaimana kondisi harga di daerah tersebut. Jadi lihat apakah beras impor yang masuk mempengaruhi harga di wilayah tersebut.

Pada akhirnya, beliau menyatakan: Sementara itu, kita dapat mengunjungi beberapa daerah yang benar-benar merupakan pusat produksi kapan saja dan melihat apakah harga dipengaruhi oleh impor.

(ada/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *