Jakarta –

Read More : Indonesia Peringkat Ke-47 Fokus Kuasai GenAI

Operator telepon seluler Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengungkapkan layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk cocok digunakan di wilayah terpencil di Indonesia.

Starlink akan memasuki pasar ritel dalam waktu dekat setelah sebelumnya tersedia untuk pelanggan korporat bekerja sama dengan anak perusahaan Telkom, Telkomsat.

“Menurut saya, bagaimana pemerintah bisa memastikan industri (telekomunikasi) sehat. Namun, saya mendukung teknologi seperti Starlink untuk menjangkau apa yang tidak bisa kita jangkau seperti daerah pedesaan,” kata direktur IOH tersebut. Business Officer Muhammad Dani Pultansya di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Meski tersedia dalam kota, Danny mengatakan ada pilihan layanan yang lebih unggul dari Starlink baik dari segi kecepatan maupun biaya layanan.

“Misalnya dari Jakarta sekarang sudah banyak fiber optiknya. Apakah ponsel bisa bersaing dengan satelit? Saya kira tidak,” ujarnya.

Informasinya, harga layanan Internet Starlink mencapai Rp 750 ribu per bulan. Namun jika menggunakan receiver satu set, pengguna membutuhkan uang mulai dari Rp 7-8 juta.

“Fiber optik FTTH (Fiber to the Home) itu sekitar Rp 200.000 per bulan. Jadi persaingannya yaitu pemasangannya sekitar Rp 7-8 juta. Kalau FTTH tidak sampai Rp 1 juta, analisa? Tidak, ” dia berkata.

Danny yakin Starlink tidak akan bersaing langsung dengan layanan internet seluler yang disediakan operator seluler. Starlink memimpin dengan operator Very Small Aperture Terminal (VSAT) berbasis satelit, katanya.

“Menurut saya, persaingan paling besar adalah dengan operator VSAT, bukan dengan operator seluler,” ujarnya.

Meski demikian, Indosat, kata Danny, berharap pemerintah tetap memprioritaskan kehadiran Starling di industri telekomunikasi, khususnya di pasar ritel Indonesia, bersama operator seluler.

Bapak Budi Ari Chettiadi, Menteri Informasi dan Komunikasi, menekankan bahwa Starlink harus mematuhi peraturan perundang-undangan terkait untuk memenuhi persyaratan untuk beroperasi di Indonesia. Dalam waktu dekat, Starlink akan melakukan uji coba di Ibu Kota Negara Kepulauan (IKN).

“Di IKN (Starlink) dia akan mengerjakan pengujian dan penjadwalan (jadwal pengujian layanan Starlink pada tahun 2024),” kata Budi di Jakarta Pusat, Rabu (3/4). (agt/fay)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *