Jakarta-
Read More : Nicolas Jackson di 2025: Lebih Banyak Dihukum Ketimbang Bantu Gol
Para pemain klub Basque mendominasi tim Spanyol peraih Piala Eropa 2024 Bukti La Furia Roja tak lagi hanya bergantung pada Barcelona dan Real Madrid.
Pemain Barcelona dan Madrid mendominasi Spanyol pada era kejayaan 2008-2012. Di Euro 2012 misalnya, 12 dari 23 pemain berasal dari kedua klub tersebut. Pada final Piala Dunia 2010, 8 dari 11 pemain starter di final bermain untuk Los Blancos dan Blaugrana.
Namun situasinya berbeda sekarang. Skuad asuhan Luis de la Fuente pun semakin beragam karena memiliki 26 pemain dari 15 klub berbeda, 17 di antaranya bermain di La Liga. Delapan di antaranya bermain untuk dua klub Basque, Athletic Bilbao dan Real Sociedad.
Bilbao menyumbang Nico Williams, Unai Simon dan Daniel Vivian. Dua nama pertama menjadi starter selama Euro 2024, sedangkan Vivian tampil pada laga melawan Albania dan Prancis.
Sedangkan Sociedad diwakili lima nama yakni Martin Zubimendi, Mikel Oyarzabal, Mikel Merino, Robin Le Normand, dan kiper cadangan Alex Remiro. Empat nama pertama memainkan peran kunci dalam cara yang berbeda.
Le Normand tampil sebagai bek utama dalam lima pertandingan, sedangkan Zubimendi, Merino, dan Ojarzabal kerap masuk dari bangku cadangan. Di laga final melawan Inggris, Oyarzabal mencetak gol kemenangan, sedangkan Zubimendi tampil baik menggantikan Rhodri yang cedera.
Merino kemudian menjadi pahlawan Spanyol di perempat final melawan Jerman melalui golnya di penghujung perpanjangan waktu. Dengan pemain seperti Lamine Jamal dan Dani Olmo menjadi sorotan, para pemain Basque ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan.
Memang kontribusi Basquiat tidak hanya datang dari delapan pemain tersebut saja. Aymeric Laporte, yang saat ini bermain untuk Al Nasr, adalah lulusan Bilbao. Bersama Le Normand, ia merupakan pemain naturalisasi Prancis yang menjadi tembok pertahanan belakang Spanyol.
Lalu jangan lupakan pelatihnya, de la Fuente. Ia membela Bilbao selama sepuluh tahun saat masih bermain. Periode pertama berlangsung pada tahun 1976-1987 dan dilanjutkan pada tahun 1991-1993. Dia membantu Bilbao memenangkan gelar La Liga pada tahun 1983 dan 1984. 40 tahun kemudian, Bilbao masih belum bisa mengulangi prestasi itu. (adp/pur)