Jakarta –

Read More : Walikota Semarang Pilih Nyapu Pasar Dugderan Dibanding Ikut Retret di Magelang

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Hendry Lie sebagai tersangka kasus korupsi industri timah tahun 2015-2022. Hendry Lie dua kali tidak hadir sebelum dipanggil Kejaksaan untuk dimintai keterangan. Kejaksaan Agung mengancam akan menangkap Hendry Lie jika tidak muncul untuk ketiga kalinya.

Pada keterangan tertulis kasus korupsi timah di atas, Hendry Lie tidak hadir karena sakit. Hendry Lie yang ditetapkan sebagai tersangka pada 27 April 2024, tak ditahan karena tidak memenuhi panggilan jaksa.

Selain Hendry, adiknya, Fandy Lie, juga terlibat kasus yang sama dan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hendry disebut-sebut merupakan pihak swasta dalam kasus korupsi timah, yakni pemilik manfaat PT TIN dalam kasus tersebut.

Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah mendaftarkan 22 orang sebagai tersangka industri timah. Mereka diduga bekerja sama dalam skema bisnis ilegal yang merugikan negara Rp 300 miliar Profil Hendry Lie

Nama Hendry Lie terkenal sebagai salah satu sosok di balik Sriwijaya Air. Melansir laman resminya, Kamis (30/5/2024), Sriwijaya Air merupakan salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang sukses mengangkut lebih dari 950 ribu penumpang per bulan, melalui hub Bandara Internasional Soekarno Hatta ke 53 destinasi di seluruh dunia. Indonesia. dan tiga negara di kawasan ini.

Hendry Lie merupakan salah satu dari empat pendiri PT Sriwijaya Wind. Tiga lainnya adalah Chandra Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim yang merupakan saudara laki-laki Hendry Lie. Mereka menemukan pesawat itu pada tahun 2000-an.

Banyak ahli yang ikut merintis terciptanya Sriwijaya Air antara lain Supardi, Capt. Kusnadi, sang pemimpin. Adil W, Kapten. Harwick L, Gabriella, Suwarsono dan Joko Widodo.

Sriwijaya Air sendiri memulai bisnisnya dengan Boeing 737-200. Pada tanggal 10 November 2003, Sriwijaya Air memulai penerbangan pertamanya. Saat ini maskapai ini memiliki 48 pesawat Boeing di total 53 rute, termasuk rute regional Medan-Penang dan rute internasional lainnya.

Hendry Lie tetap menjadi dewan direksi Sriwijaya Air, bersama Chandra Lie dan Yusril Ihza Mahendra.

Tonton juga videonya: KNKT mengungkap 6 faktor penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

(fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *