Jakarta –

Read More : Genjot Penerimaan Negara, Kemenkeu ‘Pelototi’ 2.000 Wajib Pajak Nakal

Kapal Pinisi di Labuan Bajo, NTT semakin mendapat perhatian karena menimbulkan berbagai masalah. Terbaru, diketahui salah satu armada masih menggunakan APAR yang sudah kadaluarsa

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan kapal wisata di Labuan Bajo dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah kadaluwarsa, Sabtu (3/8) lalu. Pemasangan APAR di kapal wisata juga salah.

Hal itu diketahui Satpol PP saat berada di dalam Pinisi bersama Wakil Bupati Mangarai Barat Yulianus Weng, Bapenda Mangarai Barat Maria Yuliana Rotok, dan Ketua Satgas Koordinasi Pengawasan Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Diya Patra. Laporan pajak dimanipulasi.

“Saya dan Kadis melihat ada APAR di kapal, tapi sudah habis masa berlakunya dan salah lokasi,” kata Kepala Satpol PP Mangarai Barat Jeremiah Ontong saat dikonfirmasi, Minggu (4/8/2024).

Jeremias menegaskan, APAR yang sudah kadaluarsa tidak berfungsi dengan baik saat digunakan untuk memadamkan api. Ia juga menyoroti pemasangan alat pemadam kebakaran di kapal yang ditambatkan. Alat pemadam kebakaran tidak dapat segera diambil jika terjadi kebakaran karena tali pengikatnya harus dilepas.

“Susah dibukanya karena diikat dengan tali,” kata Yeremia.

Ia menjelaskan, lima menit pertama terjadinya kebakaran adalah waktu terbaik untuk memadamkannya. Lima menit yang lalu api belum cukup besar untuk dipadamkan.

Oleh karena itu pemasangan APAR tidak akan sulit jika digunakan untuk pemadaman kebakaran. Jeremias mengatakan APAR merupakan elemen penting dalam keamanan kapal pesiar.

Saya menduga kebakaran di kapal pesiar itu bermula karena alat pemadam kebakaran yang dipasang salah atau tidak berfungsi dengan baik. Sulit untuk memadamkan api setelah lima menit, katanya. . .

Timnya langsung mengajari awak kapal cara menyimpan dan membuka alat pemadam kebakaran yang benar. Jeremias mengatakan jika ingin melatih awak kapal wisata menggunakan IPAR, baca artikel selengkapnya di Detikbali “Mengenal Sejarah Kapal Pinisi di Google Doodle” (msl) /msl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *