Jakarta –
Read More : Tinjau Posko Mudik, AHY Sebut Banyak Diskon Tarif buat Lebaran 2025
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyindir sikap pengusaha dan pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan negara Barat. Karena itu mereka memandang Indonesia sebagai tetangga, namun bingung jika Indonesia dekat dengan China.
“Terakhir kali Jared Kushner dan Elon Musk datang, Anda tidak memahami saya hanya dengan bertemu. Anda tidak melihat Indonesia sebagai negara yang sedang naik daun,” kata Luhut di acara HIPMI ke-52 di Hotel Fairmont, Jakarta. , Senin (10/6/2024).
“Kami sangat kaya dan sekarang kami tahu bagaimana mengelola perekonomian kami. Tapi kalau Anda datang ke negara kecil, Anda akan mengabaikan kami. Jika kami dekat dengan China, Anda akan marah, akan ada ketidakadilan,” ujarnya.
Berbeda dengan China, menurut Luhut, China banyak membantu perekonomian Indonesia. Mulai dari transfer teknologi hingga pendanaan dan investasi.
“Dengan Tiongkok, dia memberi kami teknologi, dia meminjamkan kami uang, dia membuat perekonomian kami jauh lebih baik saat ini,” katanya.
Begitu pula dengan pendapat Uni Eropa yang menggugat kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah beberapa penambang mineral di Mahkamah Internasional WTO (Organisasi Perdagangan Dunia). Namun kini mereka juga ingin bernegosiasi dengan Indonesia untuk mendapatkan kuota impor.
“Jadi semua mineral itu kita ciptakan dalam satu ekosistem yang terintegrasi dan sekarang (hilirisasinya) sudah dimulai. Akhirnya sekarang Uni Eropa juga mau bernegosiasi dengan kita, yang (menginginkan) kita mulai ke WTO,” ujarnya. menjelaskan.
Tonton juga video ‘Jokowi Tunjuk Luhut Kelola Bulog untuk Akuisisi Perusahaan Beras di Kamboja’:
(HNS/HNS)