Jakarta – Tren penelitian kosmetik dan perawatan kulit telah menjadi perselisihan karena mereka berakhir dengan ofensif. Bagaimanapun, konsumen membingungkan informasi apa yang dapat dipercaya.

Di sisi lain, penyebaran atau penjualan kosmetik ilegal dengan bahan -bahan berbahaya juga umum. Termasuk perawatan “kulit biru”, yang perlu dibuat dan dijual dari resep dokter saja.

Belum lagi masalah pelabelan dan pernyataan berlebihan, itu tidak cocok dengan tanda -tanda sebenarnya. Sekali lagi, konsumen yang akhirnya jatuh dari para korban.

Perawatan dan makanan narkoba Indonesia (BPOM) panas dengan fenomena ini. 2 Wakil Departemen Pengamatan Kedokteran Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Apt Mohamad Kashuri, S.SI, Farm mendesak konsumen untuk belajar tentang produk dari sumber yang dapat diandalkan.

“Juga, pastikan produk -produk tersebut terdaftar di BPOM dan dibeli melalui toko resmi. Jadi apa? Jadi konsumen mungkin mengharuskan Anda untuk mendapatkan kerugian,” kata forum pemimpin AFP “perawatan kulit yang aman, bersinar tanpa drama”, “Rabu, 2018.03.26).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Spesialis Kulit dan Jender (Overroski) Dr. Hani Nilasari, spdve, menawarkan untuk mempertimbangkan kembali kosmetik dan publikasi yang disediakan oleh pihak berwenang. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik kepentingan.

“Dalam aturan yang terkait dengan dampak merek, itu harus dibuat dari lembaga atau organisasi yang terakreditasi, bukan orang,” jelasnya.

Apakah Anda tidak punya waktu untuk mendengarkan pertunjukan langsung? Jangan khawatir, program ini dapat didengarkan dengan saluran Tikatok dan Instagram @detikcom pada hari Rabu, 2025. 5 Maret, 1 malam Wib. Jangan lewatkan!

Tinjau video “Forum Leaders Delay X BPOM”: Label Daya Diskusi untuk Baca “(UP/UP)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *