Tilly NorwoodTilly Norwood

fianjaya.co.id – Serikat pekerja aktor Inggris, Equity, menyatakan sikap tegas. Mereka menolak kehadiran Tilly Norwood. Karakter ini dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Equity menilai Tilly tidak bisa dianggap sebagai aktris di industri film.

Read More : Nikita Willy Dicurhatin Bumil 39 Minggu, Langsung Beri Semangat Menyentuh

Tilly diklaim sebagai “aktris” oleh penciptanya. Sosok di baliknya adalah Eline Van der Velden. Ia berasal dari perusahaan produksi AI Particle6. Kontroversi muncul setelah beberapa agensi bakat mulai melirik Tilly. Mereka mempertimbangkannya untuk peran dalam film.

Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Shannon Sailing angkat bicara. Ia merupakan penyelenggara audio dan media baru di Equity. Menurutnya, Tilly bukan aktris sejati. Ia hanya sebuah alat teknologi. Sailing menilai Tilly dibangun dari karya para penampil hiburan. Karya itu, katanya, digunakan tanpa izin atau kompensasi.

Ia juga menegaskan satu hal penting. Meski Tilly terlihat seperti manusia, hakikatnya tetap mesin. Teknologi AI, menurutnya, tidak bisa menggantikan nilai seni akting. Akting dianggap lebih dari sekadar tampilan visual.

Kekhawatiran Tentang Penyalahgunaan Karya Artis

Sekretaris Jenderal Equity, Paul Fleming, ikut menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti penggunaan AI di industri film. Menurutnya, hak artis harus tetap dijaga. Karya mereka tidak boleh dipakai sembarangan.

Fleming menekankan soal hak cipta. Ia mengatakan karakter buatan komputer harus menghormatinya. Jika tidak, seniman bisa dirugikan. Karya mereka bisa diambil tanpa izin. Hal itu dinilai tidak adil.

Ia juga mengingatkan makna akting. Akting bukan hanya soal bentuk fisik. Di dalamnya ada emosi dan jiwa manusia. Unsur itu, katanya, tidak bisa digantikan oleh teknologi. Equity menyatakan langkah lanjutan. Mereka berencana melobi pemerintah Inggris. Tujuannya memperkuat perlindungan hak seniman. Perlindungan ini mencakup mereka yang belum punya kontrak resmi.

Serikat juga mendorong adanya standar minimum. Standar ini akan mengatur penggunaan AI. Industri film dan televisi diharapkan lebih bertanggung jawab. Seniman dan pekerja kreatif tidak boleh terabaikan.

Pembelaan Dari Pencipta Tilly Norwood

Di sisi lain, Eline Van der Velden memberikan pembelaan. Ia menyampaikan pendapatnya lewat media sosial. Menurutnya, Tilly tidak dimaksudkan menggantikan manusia. Ia menyebut AI hanya sebagai alat baru.

Dalam peluncuran studio bakat AI bernama Xicoia, Eline berbicara terbuka. Acara itu digelar di Festival Film Zurich. Ia mengatakan AI mirip teknologi lain. Ia menyamakannya dengan animasi, boneka, atau CGI. Semua itu, katanya, membuka kemungkinan baru dalam seni.

Namun, Equity tetap pada pendiriannya. Mereka menilai akting adalah kerajinan manusia. Nilainya tidak bisa digantikan oleh mesin. Perkembangan AI yang pesat menjadi perhatian. Hak artis harus tetap dilindungi. Nilai artistik juga harus dijaga agar tidak pudar.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *