Iacarta –
Read More : Ini Biang Kerok Gagalnya Rencana Besar Jadikan Indofarma Pusat Obat Herbal
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang mengerjakan sistem yang mengharuskan konsumen online yang disebut garis pemecahan kontes (ODR). Rencananya, ODR dapat diimplementasikan tahun ini.
Direktur Umum Kementerian Perdagangan dan Perlindungan dan Perdagangan Konsumen (PKTN), Moga SimatePang menjelaskan bahwa situs tersebut saat ini diintegrasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dia mengatakan dia mulai bergerak sebagai upaya untuk membuat konsumen dengan mudah memberi tahu dan menyelesaikan keluhan dengan aktor penjualan.
Keluhan berbasis digital ini akan diterbitkan dalam RUU (RUU) untuk Amandemen Hukum No. 8 pada tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Hukum PK).
“Ini akan diunduh nanti dalam RUU itu. Dalam undang -undang PK, tidak terdaftar, ODR, ODR, masih belum tersedia,” kata Moga ketika ia bertemu di gedung Majelis Nasional Indonesia, Central Jack, pada Selasa 24/04/2025).
Selama pertemuan PANJA, persiapan naskah akademik dan tagihan perlindungan konsumen dengan komisi mikro departemen perwakilan, semoga pelatihan sistem ODR didorong oleh pengembangan e -commerce untuk memfasilitasi transaksi komersial antara agen bisnis dan konsumen dari lokasi yang berbeda.
Dalam hal perselisihan, akan kurang efektif jika aktor dan konsumen bisnis harus memenuhi fisika. Untuk alasan ini, keluhan konsumen dan likuidasi harus menerapkan pengembangan teknologi untuk memfasilitasi proses ini secara lebih efektif.
“Keterbatasan BPSK untuk melayani perselisihan, baik dalam jumlah, anggaran dan personel adalah yang paling penting. Penting untuk menciptakan kondisi bagi konsumen dan pengusaha untuk mendekati penyelesaian online,” Moga menjelaskan.
Selain itu, saya berharap memiliki rencana untuk membangun jaringan ODR ASEAN untuk mengintegrasikan sistem nasional ODR di setiap negara anggota ASEAN. Saat ini, hanya tiga negara anggota ASEAN yang memiliki sistem ODR, yaitu Filipina, Thailand dan Vietnam.
“Proses ODR ini sederhana, artinya konsumen menyajikan keluhan, sehingga konsumen dan aktor penjualan bernegosiasi langsung melalui sistem.
Pembentukan sistem ini dimulai dari tahun 2021 hingga 2023. Pada tahun 2024, saya berharap sistem mulai terbentuk dan sistem dapat dibuat tahun ini.
“Di masa depan, kami berharap sistem ini dapat diintegrasikan dengan situs web yang disyaratkan konsumen di set/organisasi yang bertanggung jawab atas industri ini,” tambah Moga. (Rea/ara)