Jakarta –
Read More : MU Bakal Tanding di Malaysia, Mereka Naik Pesawat Apa Ya?
Pramugari menyarankan penumpang untuk segera mandi setelah penerbangan. Pasalnya, berbagai bagian pesawat penuh dengan kuman.
Ini bisa menjadi rekomendasi penting. Apalagi bagi yang pernah menggunakan kamar mandi di pesawat. Alasan mandi setelah penerbangan
Berikut beberapa alasan mengapa mandi setelah penerbangan dianjurkan. Toilet adalah salah satu tempat paling kotor di pesawat
Seorang pramugari yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, toilet merupakan salah satu tempat paling kotor di pesawat. “Akibat buruknya sirkulasi udara di dalam pesawat (terutama di toilet) dan banyak area di dalam pesawat yang dipenuhi kuman, Anda bisa meninggalkan pesawat dengan kuman di tangan, rambut, dan pakaian Anda, sangat kotor. Begitu sampai di tempat tujuan. , cuci pakaianmu dan gosok tubuhmu dengan baik,” kata seorang pramugari kepada The Sun.
Oleh karena itu, ketika penumpang menggunakan toilet di pesawat, pramugari menyarankan hal-hal berikut: Jangan menyentuh langsung seluruh area toilet, mulai dari pegangan pintu hingga lubang buka/tutup toilet. Gunakan masker saat berada di toilet. Jangan menyikat gigi di toilet 2. Membantu mengatasi jetlag
Selain membersihkan diri dari banyak kuman, mandi air dingin setelah naik pesawat juga bisa membantu Anda mengatasi jet lag. Efek dari mandi akan membuat kita merasa segar sehingga dapat memperbaiki efek jet lag yang kita rasakan. Ini membantu meningkatkan energi
Usai penerbangan, orang pasti akan berusaha membiasakan diri dengan zona waktu baru tempat ini.
Menurut Travel + Leisure, mandi air dingin setelah penerbangan akan memberikan manfaat seperti peningkatan sirkulasi dan tingkat energi dalam tubuh.4. Ini meningkatkan pikiran
Sumber medis WebMD juga menyebutkan bahwa mandi setelah penerbangan bisa membuat mental seseorang merasa lebih baik. Pasalnya, perjalanan yang jauh atau sulit dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental kita. Saksikan video “Mengunjungi Sumur Jalatunda, Salah Satu Tempat Wisata Unggulan Wonosobo” (khq/inf)