Jakarta –
Read More : Pemerintah Bakal Cabut Izin Penggilingan yang Beli Gabah di Bawah Rp 6.500/Kg
Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Banyak mitos yang beredar mengenai kondisi ini, salah satunya tidur di lantai dapat menyebabkan paru-paru lembap, benarkah?
Pneumonia atau yang sering disebut pneumonia merupakan suatu peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru. Peradangan ini menyebabkan kantung udara terisi cairan sehingga menyebabkan paru-paru tidak berfungsi dengan baik.
Berikut beberapa mitos dan fakta terkait paru-paru basah yang beredar di masyarakat: Mitos dan Fakta Seputar Paru-Paru Lembab yang Tidur di Lantai
Menurut dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular RS Fatmawati, dr Ermono Superaya Sp BTKV, tidur di lantai tidak menyebabkan kelembapan pada paru-paru. Ia menjelaskan, kondisi tersebut bisa terjadi karena infeksi paru-paru atau penyakit jantung, dan bukan karena kebiasaan tidur di lantai.
“Oleh karena itu, tidur di lantai tidak menyebabkan paru-paru lembab. Makanya kalau periksa jantung dan paru-paru, tidur di lantai tidak masalah,” jelas dr Ermono Superaya Sp BTKV, dikutip ANTARA.Kipas Angin
Ventilator juga sering disebut pemicu paru basah. Namun, dokter spesialis paru dr Deny Noviantoro, SpP memastikan keduanya tidak ada kaitannya.
Ia menjelaskan, faktor risiko seseorang terkena pneumonia atau radang paru-paru antara lain bakteri, virus, dan paparan asap.
“Alasan penggunaan kipas angin hanya mitos, hanya saja bakteri, virus, jamur bisa menempel pada kipas angin yang tidak pernah dibersihkan, itu berbahaya,” jelasnya dalam webinar beberapa waktu lalu.
Menurut dia, selama kipas angin dibersihkan secara rutin dan kecepatan yang digunakan tidak maksimal, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.
“Ini normal dan tidak ada masalah nyata,” lanjutnya.
BERIKUTNYA: Gunakan AC dan biasakan mandi di malam hari
(sao/naf)