Jakarta –
Read More : Tiket Kereta Cepat Diskon 50%, Ini Syaratnya
Suzuki mengkonfirmasi bahwa pada akhir bulan ini, Suzuki Fronx akan diluncurkan di Indonesia. Suzuki Fronx di Indonesia akan menerima Sistem Driver Advanced (ADAS) ADA, yang dikemas dalam paket keamanan Suzuki.
Fitur adas pada Suzuki Fronx di Indonesia mirip dengan Suzuki Fronx di Jepang. Di Suzuki Fronx, setidaknya 12 fungsi adas tersedia.
“Ada 12 sensor (kamera) dalam model Fronx baru yang dapat mengendalikan seluruh area di sekitar kendaraan,” kata Ryuichi Yamane, kepala departemen yang bertanggung jawab dan mengelola pengembangan mobil. Mobil mengembangkan raksasa. Suzuki Engine Corporation (SMC) ditemukan di Karawang, Jawa Barat, baru -baru ini.
Yamane memastikan bahwa sistem adas di Suzuki Fronx disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia. Dukungan keamanan Suzuki di Fronx juga dirancang untuk mengungkapkan keberadaan pengendara sepeda, pengendara sepeda motor untuk pejalan kaki.
Manajer Produk dan PT Suzuki Development Susuki Penjualan Arif Aditya SA, fungsi adas tersedia dalam tipe tertinggi Suzuki Fronx di Indonesia, yaitu trim SGX. Setidaknya ada 12 fungsi adas yang dibangun menjadi Suzuki Fronx. Penjelasan berikut. Adave Tempomat (ACC)
Adaptive Tempomat (ACC) adalah fitur pertama Suzuki adas di Indonesia, terutama untuk Suzuki Fronx. Faktanya, dalam model Suzuki lainnya, itu adalah tempomat, tetapi masih belum mudah beradaptasi. ACC ini digunakan untuk mempertahankan kecepatan dan jarak dari kendaraan depan, pengemudi tidak boleh mengendalikan gas atau rem. Jika jalan di depan kosong, sistem ACC akan mempertahankan kecepatan sebagaimana ditentukan oleh pengemudi. Jika ada kendaraan lain di depan dan kecepatan lebih lambat dari set kecepatan, ACC akan mengikuti kecepatan kendaraan di depan pemeliharaan jarak yang aman. Sistem ACC pada Suzuki Fronx bahkan bekerja sampai mobil menghentikan alias pada 0 km/jam.
Ini diikuti oleh bantuan dalam mempertahankan ikatan atau LKA. Fitur ini berfungsi untuk mempertahankan pemeliharaan mobil. Fitur ini berfungsi dengan ACC, sehingga pengemudi tidak lelah dengan cepat untuk menjaga mobil di tengah tali. Faktanya, dengan fungsi LKA dan ACC, pengemudi dapat mengambil tangan dari roda kemudi dan dasar pedal, tetapi setiap 15 detik dari pengemudi diminta untuk menjaga kemudi untuk memastikan bahwa masih ada orang yang mengawasi. Pengereman darurat otonom (DSBS II)
Sistem akan secara otomatis menyediakan pengereman darurat jika tabrakan depan terdeteksi. Menurut ARIF, fungsi ini digunakan untuk mengurangi risiko tabrakan atau mengurangi tingkat kerusakan akibat tabrakan. Layar utama (kulit)
Berikut ini adalah layar kepala atau kulit. Kulit tidak benar -benar baru di mobil Suzuki di Indonesia. Suzuki Baleno dan Grand Vitara sudah memiliki fitur ini. Kulit berfungsi untuk memberikan beberapa informasi penting kepada pengemudi tanpa perlu mengalihkan fokus di masa depan.
“Ini juga akan membantu pengemudi sehingga dia tidak terlihat terlalu sering di tengah, jadi lebih berguna dalam hal keamanan,” kata Arif.Lane Prevention of Leaving (LDP)
Sistem LDP akan secara aktif memperbaiki roda kemudi jika mobil terdeteksi dari strip tanpa menyalakan lampu sinyal. Keberangkatan Pemberitahuan (LDW)
LDW fitur bekerja dengan LDP. Saat mobil membaca jalur mobil tanpa memutar senter, sistem akan memperingatkan pengemudi melalui fungsi LDW. Pada saat yang sama, sistem ini juga menyediakan kontrol roda kemudi dengan fungsi LDP sehingga mobil dibiarkan di tengah strip. Peringatan Lalu Lintas Silang Rail (RCTA)
Fitur ini berfungsi ketika pengemudi meninggalkan tempat parkir. Jika ada kendaraan lain yang telah ditemukan di belakang ketika kita mundur, sistem akan memperingatkan.
“Ini akan membantu pengemudi nanti ketika dia keluar dari parkir, mundur, dan kemudian jika dia melintasi objek di belakangnya, dia akan menerima peringatan. Dan ini adalah peringatan baru, bukan pengereman.
Suzuki Fronx juga mendapatkan fitur kamera 360 atau 360. Fitur ini membantu pengemudi untuk terlihat lebih aman di sekitar mobil. Gambar kamera yang dibangun di mobil muncul 360 derajat di depan, belakang, kiri dan kanan. Peringatan (VSW)
Apa yang unik dalam Sistem Fennele Suzuki Fronx adalah perkiraan kendaraan VSW). Fitur ini mengungkapkan ketika pengemudi mengendarai mobil belok kiri atau kanan. Jika Anda mendeteksi acara seperti itu, sistem akan memperingatkan bahwa pengemudi akan tetap fokus pada mengemudi. Menghadap Tempat Buta (BSM)
Pemantauan bintik -bintik buta (BSM) digunakan untuk mendeteksi benda -benda di belakang sisi kiri dan kanan mobil. Akan ada indikator di kaca spion eksternal jika ada mobil lain di sekitar mobil. Bantuan dengan balok tinggi (HBA)
Suzuki Fronx juga mendapatkan fungsi berbantuan tinggi (HBA). Fitur ini secara otomatis mengaktifkan lampu radiasi tinggi jika kondisinya di depan gelap dan tidak melewati kendaraan lain. Di sisi lain, jika ada kendaraan lain di depan, lampu secara otomatis akan dipasang pada jet rendah.
“Ketika sensor mendeteksi di depan cahaya, apakah itu dari mobil depan atau lampu jalan, balok tinggi akan secara otomatis menjadi jet rendah. Jadi ini sangat berguna untuk berkuda di malam hari, terutama ketika berada di luar kota,” kata Arif. Sensor
Yang terakhir adalah sensor parkir. Sensor akan mendeteksi benda statis di sekitar kendaraan ketika mobil diparkir dan akan memberikan suara peringatan. Tonton video “Tonton Suzuki Fronx Direct: SUV Coupe Style, itu sudah hibrida!” (Rgr/Anda)