Jakarta —

Read More : Menakar Peluang Timnas Indonesia Lawan Jepang

Indonesia akan mendapat manfaat dengan menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan beberapa keunggulan tersebut.

Edi Prio Pambudi, Wakil Koordinator Kerja Sama Ekonomi Internasional, menjelaskan Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang berstatus negara kandidat OECD. Status tersebut resmi menjadi milik Indonesia setelah disetujuinya Indonesia’s Accession Plan yang disampaikan pada OECD Ministerial Meeting (OEM) pada 2-3 September. Mei 2024.

Saat ini tujuh negara telah bergabung dalam OECD, yaitu Argentina, Brazil, Bulgaria, Indonesia, Kroasia, Peru, dan Rumania. Setelah mencapai tahap adopsi rencana aksi OECD, Edi menjelaskan langkah pemerintah selanjutnya adalah proses self-assessment, serta penyusunan memorandum awal yang diharapkan selesai dalam 250 hari ke depan.

Presiden Joko Widodo juga telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 2024 tentang proses koordinasi nasional. 17 untuk tim nasional OECD.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Pelaksana bersama dua Wakil Ketua, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Muljani Indravati.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis terkait aksesi OECD untuk berkomitmen menjadi negara anggota OECD dalam tiga tahun ke depan, antara lain mengintegrasikan aksesi OECD ke dalam RPJPN dan RPJMN untuk membentuk Project Management Office (PMO) guna mendukung OECD di bidang tersebut. timnas,” kata Edi, Kamis (30/5/2024) dalam keterangan tertulis.

Menurut Ed, keanggotaan resmi Indonesia di OECD memiliki beberapa keuntungan. Hal ini mencakup akses yang lebih mudah dan promosi investasi oleh anggota OECD

Edi mengatakan OECD juga membantu pengembangan ekosistem semikonduktor. Indonesia merupakan salah satu negara yang dievaluasi oleh Departemen Luar Negeri AS bekerja sama dengan OECD.

Hasil tinjauan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam membantu rantai pasok semikonduktor global melalui mekanisme International Technology Security and Innovation (ITSI) dan meningkatkan investasi asing di industri semikonduktor Indonesia.

Proses peninjauan diperkirakan memakan waktu 6-8 bulan. Tim Semikonduktor OECD berencana tiba di Indonesia pada pertengahan tahun 2024 untuk menyelesaikan misi peninjauan industri semikonduktor Indonesia.

“Mengapa semikonduktor ini penting adalah karena kita telah melakukan negosiasi terus-menerus selama beberapa waktu, dan dunia semikonduktor cukup kompetitif saat ini. Masih banyak standar di AS, misalnya dalam manufaktur ponsel pintar. Bayangkan. Jika Anda tidak mau menghadapi hal itu, maka “Kita tertinggal jauh. Kita di sini sudah membangun ekosistem semikonduktor yang mencakup duta besar, pengusaha, dan lain-lain, karena ini industri yang luas, jadi kita perlu tahu harus mulai dari mana,” Edi menyimpulkan. (hns/hns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *