Jakarta –

Read More : Aturan Impor Kembali Direvisi, Berlaku Mulai 17 Mei 2024

Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) penguatan kerja sama ekonomi biru dengan Menteri Perdagangan Tiongkok (MOFCOM), Wang Wentao.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, dalam pertemuan presiden dua hari sore hari, Sabtu, 9 November 2024, di Aula Besar Rakyat Beijing, RRT.

Perjanjian ini mencakup kerja sama di banyak sektor, Ekonomi Biru yang dalam perjanjian ini ditujukan pada pemanfaatan energi terbarukan kelautan secara berkelanjutan, pengelolaan perikanan dan pertanian, pariwisata bahari, inovasi dan kerja sama industri.

Bidang kerja samanya meliputi industri hilir hasil laut seperti pengolahan makanan laut dan biofarmasi kelautan, serta kerja sama dengan industri galangan kapal dan konstruksi, transportasi laut, galangan kapal, dan pelabuhan. Selain itu, akan menjadi landasan kerja sama kedua negara di bidang pariwisata dan rekreasi bahari, serta pengembangan energi bersih seperti energi fotovoltaik, energi Perjanjian ini mencakup energi angin, kelautan, dan energi antar pulau. energi. jaringan transmisi.

“Perjanjian ini menegaskan komitmen kuat kedua negara untuk bekerja sama di bidang Ekonomi Biru. Kerja sama ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan Tiongkok yang merupakan salah satu negara dengan perkembangan teknologi kelautan tercepat. di dunia, seperti di bidang manufaktur dan perkapalan, biofarmasi kelautan dan merupakan salah satu negara sumber wisatawan bahari terbesar bagi Indonesia,” kata Airlangga dalam siaran pers yang ditulis, Minggu (11/10/2024).

Implementasi kerja sama dalam perjanjian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai produk dan jasa sektor maritim Indonesia. “Laut merupakan sebagian besar wilayah Indonesia dan mempunyai potensi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sektor maritim akan berperan sangat strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo. Kerja sama dengan Tiongkok bisa menjadi langkah awal untuk memanfaatkan “potensi laut nusantara”, menurut Menko Perekonomian.

Melalui perjanjian ini, Indonesia dan Tiongkok juga sepakat untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dengan emisi lebih rendah dengan meningkatkan investasi pada teknologi ramah lingkungan dan mendorong inovasi dalam teknologi kelautan, karbon hijau, dan upaya rendah emisi. Perjanjian ini juga melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, lembaga penelitian, lembaga keuangan, dan pengusaha, untuk menjajaki berbagai manfaat kerja sama kedua negara.

Kerja sama ini diharapkan juga dapat mendorong peran sektor ekonomi maritim dalam memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan PDB Indonesia, khususnya dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2028 dan 2029.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing, China pada 8-11 November 2024, hadir beberapa menteri di bidang perencanaan perekonomian, antara lain Menteri Investasi dan Pembangunan serta Menteri ESDM, dan mereka juga turut mendukung hal tersebut. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. (dep7)

Simak video Xi Jinping hingga Prabowo: Mitra kedua negara punya pengaruh besar di dunia

(kil/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *