Jakarta –
Pemerintah harus mempromosikan ekosistem investasi berkelanjutan dan memiliki peningkatan dampaknya. Menurut wakil presiden Kadin Kadin, Kadin Indonesia Aviliani di bidang kebijakan ekonomi makroekonomi mikro adalah orientasi baru untuk investasi di masa depan.
Vilian mengatakan tren investasi asing langsung (IDE) telah berubah. Dia mengatakan bahwa tingkat investasi asing langsung kini telah menurun di seluruh dunia. Berdasarkan pengajuan penjelasannya, skala dunia dunia turun dari 2% menjadi $ 1,3 miliar pada tahun 2023.
Dia mengatakan bahwa penurunan IED adalah karena perlambatan ekonomi dan peningkatan ketegangan geopolitik.
“Memang, IED telah menurun sebesar 2%, kita harus mengakuinya. Biasanya, ketika krisis tren orang dalam portofolio dibandingkan dengan sektor sebenarnya,” kata agen anggaran DPR Avilian Avilian (18/2/2/2025).
Selain itu, investor saat ini mendukung informasi lingkungan dan keberlanjutan. Hingga 75% investor menganggap keberlanjutan sebagai faktor penting dalam investasi.
“Di masa depan, investor akan mengarah pada energi terbarukan atau informasi lingkungan, kita harus tetap pada prinsip -prinsip investasi lingkungan,” katanya.
Aviliani memperkirakan bahwa investasi di lingkungan diperlukan karena produk ekspor Indonesia ditolak karena ekosistem internal yang tidak menguntungkan. Itu dialami oleh produsen semen Indonesia.
“Jadi ketika mereka mengekspor, dia mengatakan dia memiliki kesaksian lingkungan, tetapi dia mengatakan PLN tidak memiliki sertifikat terkait dengan semua energi terbarukan. Karena kami tidak memisahkan PLN, yang akan memiliki energi terbarukan dari mereka yang tidak melakukannya,” jelasnya.
Selain informasi lingkungan, Avilian juga berinvestasi di sektor teknologi dan AI. Namun, ia mengatakan bahwa pemerintah memiliki kewajiban (PR) karena implementasi teknologi dalam industri mempengaruhi efisiensi angkatan kerja.
Pemerintah juga harus memiliki peluang kerja yang ada sesuai dengan program profesional. Misalnya, sektor pertanian mengatakan bahwa Avilian harus didorong untuk teknologi tinggi sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia.
“Kita perlu meningkatkan teknologi, pada saat itu Indonesia adalah negara teknologi yang rendah, jadi itu belum melakukannya, bahkan di tengah. Ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah dan dunia bisnis,” katanya.
“Kami telah memulai di dunia bisnis ke arah ini, tetapi memang ada banyak redudansi di mana teknologi telah berkembang dan redudansi terjadi,” tambahnya.
Temukan videonya: Banyak investor asing pergi!
Persyaratan investasi adalah tiga kali jika hasil keuangan meningkat sebesar 8%pada halaman berikutnya. Klik langsung
(HNS / HNS)