Bogor –
Read More : Isu Reshuffle di Akhir Pemerintahan Jokowi Dinilai Kurang Bermanfaat
Menteri Koperasi (Mentkop) Budi Arie Setiadi pada Rabu diresmikan kawasan Pariwisata Bukit Manik Indonesia, Kabupaten Pamijahan, Kabupaten Bogor. Wisata alam ini merupakan produk dari Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia (BMI Group).
Budi Arie mengapresiasi inovasi koperasi kelompok BMI yang aktif mengembangkan unit usaha pariwisata. Menurutnya, kawasan wisata baru ini dapat meningkatkan kinerja dan daya saing kelompok BMI.
Dalam pelaksanaannya ke depan, ia menegaskan kawasan wisata ini harus mempunyai cerita yang kuat. Hal ini dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.
“Semua tempat wisata terkenal di dunia punya cerita yang kuat. Itu yang harus diperkuat di Wisata Bukit Manik. Ini sangat penting untuk membangun pariwisata di masyarakat,” kata Budi saat peresmian kawasan wisata di Bogor, Rabu ( 15/1).
Budi Arie berharap pariwisata yang dikelola kelompok BMI, menjadi pusat kegiatan perekonomian yang menciptakan lapangan kerja dan menunjang usaha koperasi anggota.
Di sisi lain, destinasi wisata ini juga akan merangsang tumbuhnya ekonomi kreatif, mulai dari home stay hingga pusat oleh-oleh dan kuliner lokal. Menteri Koperasi berpesan kepada kawasan wisata Bukit Manik agar dilakukan komunitas dan koperasi anggota kelompok BMI.
“Kami berharap kawasan ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga mendapat masukan dari anggota koperasi dan masyarakat sekitar dengan membuat proyek,” kata Budi Arie.
Budi Arie menegaskan, koperasi sebagai badan usaha mempunyai peran strategis dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Budi Arie mengatakan bogor dari sektor pariwisata sekitar Rp 3,9 triliun lebih.
“Pariwisata adalah sektor utama yang fasilitasnya harus didorong,” kata Menko Budi Arie.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Benteng Madani Indonesia Kamaruddin Batubara menjelaskan, potensi wisata yang dicanangkan kelompok BMI di kawasan itu mencapai 1.000 orang dalam sehari. Dengan luas 2,1 hektar, kawasan wisata Bukit Manik Indonesia diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan perekonomian masyarakat sekitar kelompok BMI.
“Bukit Manik Indonesia sekarang sudah ada 310 ribu orang (anggota koperasi), untuk membicarakan pasar pariwisata yang tidak akan dikembangkan,” kata Kamaruddin.
Ke depan, kelompok BMI akan terus mengembangkan kawasan wisata Bukit Manik Indonesia. Koperasi ini akan membuat galeri yang dapat menampung hasil kerajinan masyarakat dan produk UMKM.
“(Kawasan wisata) ini merupakan kerjasama koperasi-koperasi besar yang berharap perekonomian di sini bisa terangkat dan kedepannya bisa lebih baik lagi,” kata Kamaruddin (HNS/HNS/HNS/HNS)