JAKARTA – Rektor Hermanence di Universitas Indonesia (UI) mengatakan bahwa partainya telah diterbitkan oleh Program Pendidikan Kedokteran Spesialis (PPDS), Mae Eaka, tersangka dan siswa yang direkam oleh siswa sebelum SPA.
Read More : Kasus Penyakit HMPV Melonjak di China, Gejalanya Mirip COVID-19?
Insiden itu terjadi di rumah kos di mana Maes tinggal. Pemberhentiannya sebagai MAE PPD berlaku mulai Senin (21.04.2012).
“Indonesia Universitas mengambil langkah -langkah cepat. Kami memberikan sanksi yang ketat. Kami mengambil langkah -langkah pada hari Senin. Kami berhenti,” katanya kepada wartawan pada hari Rabu (23.04.2012).
UI juga memiliki kursi kerja untuk mencegah dan mengobati pelecehan seksual, Kementerian Pendidikan 2024, jumlah peraturan tentang budaya, penelitian dan teknologi setelah 55.
“Jadi mereka telah membentuk dan bekerja seperti biasa. Kami sepenuhnya mendukungnya,” lanjutnya.
Dikatakan bahwa kampus diperlukan untuk melindungi lingkungan pendidikan agar bersih dari tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.
Muhammad Azwindar Eke Satia (39), seorang peserta PPD UI, yang diduga dicatat di pusat Jakarta oleh seorang mahasiswa Bath, secara resmi dinamai dan ditangkap.
Tersangka Azwindar dipresentasikan pada konferensi pers oleh Jakarta Central Metro pada hari Senin (21.04.2015). Ketika dia menunjukkannya, Aindar mengenakan penjara oranye dengan tangannya.
Azindar hanya bisa dibuat media ketika dia memintanya untuk berdiri di konferensi pers. Wajahnya ditutup dengan topeng hitam.
“Selain itu, judul kasus dan partai yang tersebar luas menunjuk tersangka dan menangkapnya pada 17 April 2025,” kata Susati Purnnomo Condro, seorang komisaris metro Jakarta pusat, mengutip Detiknews.
Lihatlah alasan “video psikolog