Jakarta – Tidak mudah bagi banyak orang untuk pulang dengan keadaan puasa yang mantap. Memperlakukan perjalanan panjang sementara Young jelas sangat kering energi.
Read More : Ada Ancaman MERS-CoV di Tanah Suci, Jemaah Haji Diimbau Jangan Dekat-dekat Unta
Rumah Sakit Mai Peda Kunangan, Spesialis Nutrisi Klinis Jakarta Selatan, Dr. Oki Yonatan Ontino, SPG, PNS (Spesialis Dr. Nutrition) mengatakan bahwa sebenarnya itu bisa menyesatkan dengan mengangkat konsumsi energi saat makan.
Menurut Dr. Oki, ada beberapa nutrisi dalam makan dan minum yang dapat membantu tubuh tetap bugar, bahkan jika mereka bepergian jarak jauh.
Berbicara dengan AFP pada hari Jumat (7/3/2025), Dr. Oki mengatakan, “Makanan serat tinggi, protein kopi, maka kadar air sudah cukup. Maka tidak ada terlalu banyak karbohidrat, jika ada multi -vitamin,” kata Dr. Oki saat berbicara dengan AFP pada hari Jumat (7/3/2025).
“Karbohidrat terbatas, nasi goreng tidak makan serike. Nasi terbatas, misalnya 3-4-4 sendok makan. Hidup dalam protein, karena ayam rebus bisa tiga hingga 4 buah. Jangan lupa sayuran dan buah-buahan, tomat atau selada.”
Hockey telah meningkatkan pengurangan karbohidrat di Dawn, yang bertujuan untuk menghindari kemabukan saat bepergian. Meskipun tujuan konsumsi protein tinggi adalah untuk energi ekstra, serat masih terasa lengkap.
Menurut Dr. Oki, ada beberapa makanan atau minuman yang perlu dihindari di pagi hari sehingga perjalanan perumahan aman dan nyaman.
Dia berkata, “Kafein tinggi, lalu untuk menghindari asupan soda. Jadi itu seperti kopi, teh hitam harus dihindari sehingga tidak berputar. Jika Anda dapat minum elektrolit atau air isotonik seperti air kelapa.”
“Lalu, untuk tidak makan kembali, jangan menahan diri dari makanan yang difermentasi. Makan asam seperti yogurt, acar, permen, sepenuhnya. Kemudian makan lebih banyak dan lebih banyak di laktosa,” pungkasnya.
Tonton video “Video: Jangan lupa makan sayuran buah di pagi hari untuk menahan kelaparan!” (Dpy/up)