Jakarta –

Read More : Tujuh Wisatawan di Fiji Keracunan Minuman Beralkohol

PT Flobamore membeberkan alasan tidak lagi beroperasi di Taman Nasional Komodo (TN), Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka bilang itu ada hubungannya dengan pendapatan.

Baru dua tahun mengelola Taman Nasional Komodo, PT Flobamore, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov NTT yang mengelola jasa pemandu naturalis di Pulau Komodo dan Pulau Padre Selatan, resmi memberikan keputusan tersebut secara resmi pada tanggal 22. . Mei 2024 melanda

PT Flobamore mengatakan pihaknya menghadapi kerugian terus-menerus karena biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dibandingkan omzet.

Keputusan penghentian kegiatan usaha jasa pemandu wisata di dua destinasi wisata Pulau Komodo dan Pulau Padre Selatan ini salah satunya disebabkan karena pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha tersebut tidak sesuai dengan biaya operasional dan pemeliharaan PT Flobamore. .,” kata Komisaris Utama (Komut) PT Flobamor, Samuel Haning, detikBali, Minggu (2/6/2024).

Namun nilai turnover PT Flobamore diraih Samuel saat bekerja di Taman Nasional Komodo setelah dilantik oleh mantan Gubernur NTT Victor Bungtilu Lescodet.

Samuel mengatakan, pendapatan yang tidak sesuai dengan pengeluaran berdampak besar pada rencana kerja tahunan yang disepakati sebagai bentuk kerja sama antara PT Flobamore dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) di Labuan Bajo.

“Untuk total omzet pastinya dan lain-lain, hubungi saja manajer operasionalnya agar lebih jelas,” kata Samuel.

Sesuai Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur No. PT Flobamore telah melaksanakan perjanjian kerjasama dengan Balai Taman Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional Komodo. Hal ini berdasarkan Nota Kesepahaman (PKS) No. PKS.1/T.17/TU/REN/2/2022 dan No. 01/FLB-PKS/II/2022 tanggal 4 Februari 2022.

Samuel mengatakan, sejak saat itu, banyak hal yang dilakukan PT Flobamore untuk mendukung pengembangan pariwisata, termasuk pembenahan dan perbaikan infrastruktur di kedua tempat wisata tersebut.

Saran yang diberikan antara lain pemasangan rambu larangan, papan informasi, perbaikan jalur trekking, pemasangan bangku bagi pengunjung, perbaikan fasilitas toilet. Juga perbaikan dermaga di Pulau Pader Selatan secara bertahap.

PT Flobamore juga melakukan patroli bersama Balai Taman Nasional Komodo untuk mencegah terjadinya insiden pencurian kijang yang merupakan makanan utama komodo, serta pencurian anakan komodo untuk diselundupkan, kata Samuel.

Lebih lanjut, Samuel menjelaskan, pasca penunjukan PT Flobamore sebagai pengelola Taman Nasional Komodo yang meliputi tiga pulau besar, Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Pader, serta beberapa pulau kecil lainnya, dan Pulau Pader Selatan, PT Flobamore yang ditunjuk sebagai pengelola kedua tempat wisata tersebut ditolak.

Samuel pun tak menampik, banyak penolakan setelah PT Flobamore mulai beroperasi karena dianggap biaya pemandu wisata terlalu mahal.

“Saat PT Flobamore diberi mandat mengelola TNK, terjadi demonstrasi besar-besaran agar PT Flobamore tidak mengelola TNK. Banyak hal yang dialami PT Flobamore, mulai dari penolakan, hingga kenaikan tarif jasa pemandu wisata. Pelaku di Labuan Bajo, serta berita- “menerima berita negatif selama pertunjukan,” kata Samuel.

Sebelumnya, Kepala BTNK Hendrix Rani Siga mengungkapkan PT Flobamore sudah meninggalkan Taman Nasional Komodo. Ada dua perusahaan yang menggantikan PT Flobamore di Taman Nasional Komodo.

“PT Flobamore terindikasi tidak dapat memenuhi izin pelayanannya dan tidak lagi beroperasi di TNK (Taman Nasional Komodo),” kata Hendricks, Sabtu (1/6/2024).

Hendricks mengatakan, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai kerja sama PT Flobamore dengan BTNK di Taman Nasional Komodo. Kedua pihak saat ini sedang menyelesaikan proses administrasi untuk menyelesaikan kerja sama di Taman Nasional Komodo.

Terkait kerjasama tersebut, karena belum dapat diselesaikannya persetujuan layanan, hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut. Masih diperlukan prosedur administratif lebih lanjut untuk menghentikan kerjasama dengan TNK secara total, kata Hendricks.

PT Flobamor telah beroperasi di Taman Nasional Komodo selama beberapa tahun terakhir setelah mendapat izin komersial untuk menyediakan jasa wisata alam. Dalam operasionalnya, PT Flobamore memungut biaya atas jasa pemandu naturalis pengunjung Taman Nasional Komodo.

Sebelumnya, kehadiran perusahaan di Taman Nasional Komodo membuat heboh pariwisata Labuan Bajo. Pada pertengahan tahun 2022, sempat heboh dengan keputusan PT Flobamore yang mematok tarif masuk di Taman Nasional Komodo sebesar 3,75 juta per pengunjung. Saat itu, gelombang protes terus meningkat. Biaya masuk akhirnya dibatalkan. Saksikan video “Sandiaga Uno di Taman Nasional Komodo Ditinggal Pengelola” (Fem/Fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *