Jakarta –

Read More : Airlangga dan Pengusaha Bahas UMP 2025, Ini Hasilnya

Rencana besar Meta untuk mengembangkan metaverse masih menghasilkan miliaran dolar bagi perusahaan setiap kuartal. Hal ini tercermin dalam laporan keuangannya.

Melansir CNBC, Jumat (1/8/2024), Reality Labs yang merupakan divisi Meta untuk metaverse mencatatkan kerugian operasional sebesar 4,48 miliar dollar AS atau setara Rp 72,78 miliar (harga pasar Rp 16.245). kuartal kedua tahun 2024. Analis yang disurvei oleh StreetAccount memperkirakan kerugian sebesar US$4,55 miliar.

Pada akhir tahun 2020, Reality Labs membukukan kerugian sekitar $50 miliar, yang mencerminkan investasi besar-besaran CEO Mark Zuckerberg pada perangkat keras dan perangkat lunak untuk apa yang disebutnya sebagai masa depan komputasi personal.

Reality Labs memperoleh pendapatan sebesar US$353 juta pada kuartal kedua tahun 2024, meningkat 28% dari US$276 juta pada tahun sebelumnya. Sebagian besar penjualan berasal dari headset Quest VR dan kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Pada September 2023, Meta meluncurkan headset VR Quest 3 dengan harga mulai US$499. Beberapa bulan kemudian, Apple merilis headset VR dengan AR Vision Pro yang diluncurkan dengan harga US$3.500. Kemudian, pada Juni 2024, Apple mulai mengirimkan headphone Vision Pro ke China yang harga ecerannya mulai 29.999 yuan atau US$ 4.128.

Dengan pasar VR yang masih dalam tahap awal, Meta gencar mempromosikan kacamata pintar yang dikembangkan bekerja sama dengan Ray-Ban. Zuckerberg mengembangkan kecerdasan buatan seiring dengan meningkatnya kemampuan kacamata pintar.

Sebelumnya pada Juli 2024, Francesco Milleri, CEO perusahaan induk Ray-Ban, EssilorLuxottica, mengatakan kepada analis bahwa Meta berencana menjadi pemegang saham di produsen kacamata Eropa tersebut, memperluas kemitraan pertama antara kedua organisasi tersebut mulai tahun 2020. ( help/rrd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *