fianjaya.co.id – Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan perkembangan terbaru. Proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, hampir mencapai lapisan dasar bangunan. Lapisan paling bawah kini mulai terbuka. Nanang berharap lebih banyak korban bisa segera ditemukan.
Read More : 2 Tim Cari Kapal Pembawa BTS 4G Bakti Kominfo yang Hilang di Papua
โKalau lapisan paling bawah sudah terbuka, mudah-mudahan korban lainnya bisa terlihat,โ ujarnya. Pernyataan itu disampaikan di Posko SAR Gabungan, Sidoarjo, pada Jumat. Ia menambahkan bahwa peluang menemukan korban masih besar. Tiga lantai bangunan musala yang runtuh sudah hampir seluruhnya terbuka.
Status Evakuasi Korban
Hingga saat ini, Basarnas telah mengevakuasi 22 korban. Dari jumlah tersebut, sembilan orang dinyatakan meninggal dunia. Tiga korban dibawa ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dua korban dirujuk ke RSUD Notopuro Sidoarjo. Empat korban lainnya dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.
Data terbaru mencatat lima korban meninggal dunia. Mereka adalah Maulana Alfan Ibrahimavic (13), Mochammad Mashudulhaq (14), Muhammad Soleh (22), Rafi Catur Okta Mulya (17), dan M. Agus Ubaidillah (14). Empat korban lain ditemukan pada Jumat pagi. Identifikasi masih dilakukan di Pos Mortem RS Bhayangkara Surabaya.
Dukungan Masyarakat Setempat
Warga sekitar ponpes turut membantu. Mereka menunjukkan solidaritas yang tinggi. Air minum disediakan. Buah-buahan dan camilan dibagikan. Makanan gratis juga tersedia untuk petugas dan relawan.
Bantuan ini juga dirasakan keluarga korban. Para jurnalis yang meliput ikut mendapat dukungan. Kehadiran warga membantu kelancaran evakuasi. Tim Basarnas dan relawan terus bekerja tanpa lelah. Tantangan di lapangan tidak mudah. Namun, semangat tetap dijaga. Pihak berwenang berharap semua korban segera ditemukan. Penanganan medis akan diberikan secepat mungkin.