Jakarta –
Read More : UMP Ditetapkan Paling Lambat 21 November, UMK 30 November
Kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel payudara yang tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel ini membelah lebih cepat dari sel normal dan menumpuk lalu membentuk gumpalan atau massa. Dalam kasus yang parah, sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke bagian tubuh lainnya.
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Data Globocan tahun 2022 menunjukkan kanker jenis ini terjadi pada 30,1 persen kanker pada wanita, lebih banyak dibandingkan kanker serviks (16,8 persen) dan kanker rahim (6,9 persen).
Meski sebagian besar kasus kanker payudara terjadi pada wanita, bukan berarti pria tidak bisa tertular. Lalu mengapa wanita lebih rentan terkena kanker payudara?
Dr Andhika Rachman SpPD-KHOM menjelaskan, wanita lebih rentan terkena kanker payudara dibandingkan pria karena banyak faktor biologis, pertama karena hormon estrogen dan progesteron.
Dr Andika menjelaskan, wanita memiliki kadar hormon estrogen dan progesteron yang lebih tinggi dibandingkan pria.
Hormon-hormon tersebut dapat merangsang pertumbuhan sel pada jaringan payudara sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker, ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (9/9/2024).
Selain hormon, kata dr Andika, ada faktor lain seperti jaringan payudara. Wanita memiliki lebih banyak jaringan payudara, sehingga lebih banyak area sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker.
“Pengaruh hormon reproduksi. Wanita mengalami siklus hormonal saat menstruasi, hamil, dan menyusui yang semuanya berkontribusi terhadap risiko kanker payudara. Meskipun pria bisa terkena kanker payudara, namun hal ini sangat jarang terjadi. Faktanya, sekitar 1 persen dari seluruh kasus kanker payudara terjadi pada pria,” imbuhnya. Saksikan video “Gejala yang Perlu Diwaspadai Sebagai Gejala Kanker Payudara” (suc/naf)