Jakarta –
Read More : 5 Minuman yang Baik Dikonsumsi Setelah Makan, Bantu Cegah Perut Buncit
Orang Jerman itu menjadi orang ketujuh yang berhasil sembuh dari HIV. Penyembuhan dalam hal ini berarti tidak ada sel HIV yang terdeteksi di dalam tubuh.
Ia dinyatakan ‘sembuh’ setelah menjalani pengobatan leukemia myeloid akut, kanker darah yang selama ini dideritanya. Pada tahun 2015, pasien ditransplantasikan dengan sel induk untuk pengobatan leukemia.
Setelah transplantasi, pasien berhenti memakai obat antiretroviral pada bulan September 2018 dan sejak itu mengalami remisi virus tanpa mendeteksi HIV menggunakan tes yang sangat sensitif, menurut US News.
“Orang sehat punya banyak keinginan, orang sakit hanya punya satu keinginan,” kata orang yang enggan disebutkan namanya itu dalam sebuah pernyataan.
Kasus serupa telah terlihat pada pengobatan HIV sebelumnya, ketika semua pasien menerima transplantasi sel induk setelah didiagnosis menderita kanker darah seperti leukemia.
Penyembuhan HIV terjadi karena donor sel induk pasien ini secara alami mewarisi dua salinan CCR5-delta32, sebuah mutasi pada gen sel darah putih CCR5.
Para peneliti menjelaskan bahwa mutasi genetik ini membuat orang pada dasarnya kebal terhadap HIV dengan menghalangi kemampuan retrovirus untuk menyusup ke sel kekebalan.
Rumah sakit tempat orang Jerman tersebut dirawat juga melakukan pengobatan HIV pertama yang diketahui dengan transplantasi sel induk, pada seorang pria yang dikenal sebagai “Pasien Berlin” ketika kasusnya dipublikasikan pada tahun 2008.
Tonton juga Live Eureka: Sapphire membuat Anda takjub
(kna/kna)