Jakarta –

Presiden Prabowo Subianto akan meningkatkan gaji guru tahun depan. Namun, para ekonom mengatakan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan kebijakan tersebut.

Direktur Pusat Kebijakan Publik Ekonomi dan Hukum (Celios), wahyu media para prajurit mengevaluasi bahwa kebijakan yang diputuskan oleh Prabowo baru adalah populis. Menurutnya, ini cukup bagus karena anggaran pemerintah menyentuh masyarakat.

“Kami tahu, kemarin Prabowo telah memberikan kebijakan pembayaran tambahan untuk guru dan Mr Prabowo, karakternya mungkin, dalam beberapa bulan terakhir.” / 29/2024).

Namun, media menilai bahwa kebijakan populis berisiko jika tidak dilakukan dengan cermat. Karena, dia mengatakan bahwa kebijakan populis biasanya membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Masalahnya adalah, melanjutkan media, keadaan ruang fiskal Indonesia saat ini terbatas. Dia mengatakan ruang fiskal yang menyempit ini berasal dari yang tidak efisien dalam mengelola anggaran di era pemerintah sebelumnya.

Media menekankan bahwa pada era pemerintah sebelumnya, presiden ke -7 Joko Widodo banyak proyek membutuhkan perkiraan besar seperti pembangunan ibukota Kepulauan (IKN), sebuah proyek infrastruktur besar, hingga beberapa proyek strategis nasional (PSN).

“Yah, masalahnya adalah, perkiraan fiskal kami sempit. Saya tidak mengatakan ini adalah dosa masa lalu pemerintah, tetapi jika kita mungkin jujur, penyempitan ruang fiskal saat ini juga disebabkan oleh ketidakefisienan yang luar biasa, proyek di IKN, Banyak infrastruktur berhenti, PSN yang juga dihentikan. “

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peningkatan gaji guru dari tahun 2025. Mantan Menteri Pertahanan mengatakan partainya telah meningkatkan perkiraan kesejahteraan guru menjadi Rp 16,7 triliun pada tahun 2025. Dia mengatakan tahun depan untuk kesejahteraan guru, anggaran mencapai Rp 81,6 triliun.

Dengan meningkatnya anggaran, Prabowo menaikkan gaji guru dengan status ASN satu kali dimulai pada tahun 2025. Meskipun guru non -ASN akan meningkatkan jumlah tunjangan profesional menjadi Rp 2 juta per bulan.

“Guru ASN dapat menjadi kesejahteraan tambahan dari gaji dasar. Lalu, guru non -ASN mereka meningkat menjadi Rp 2 juta sebulan,” kata Prabowo dalam peringatan hari guru nasional Maya pada hari Kamis (11/28/2024).

(ACD/ACD)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *