Jakarta –

Read More : Beli AC Split 1 PK di Transmart Full Day Sale, Mulai Rp 3,2 Juta

Ekonomi hijau adalah gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Pada saat yang sama, hal ini secara signifikan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.

Pemerintah menyadari manfaat ekonomi hijau dan menghimbau semua pihak untuk mengadopsi sistem ini guna menciptakan kesejahteraan sosial dan mengurangi kerusakan lingkungan. Selain itu, penerapan ekonomi hijau juga sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6-7% yang sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Kita punya ekonomi hijau, peluang ini, ini potensi besar bagi Indonesia kita. Baik itu terkait coklat, mangrove, vanila, kopi, lada, ransel, dan lain-lain, dan kelapa punya potensi yang sangat besar,” kata Presiden Jokowi. . – dikatakan. Senin (22/07/2024) dalam pidato pembukaan International Coconut Conference and Exhibition (Cocotech) 2024 di Surabaya.

“Saya sudah melihat ampas kelapa diubah menjadi bioenergi. Nanti bisa dibudidayakan. Kelapa bisa diubah menjadi biofuel, pemanfaatannya semakin meningkat dan juga menarik bagi negara lain,” imbuhnya.

Perkembangan ekonomi hijau dalam 10 tahun ke depan dinilai memiliki potensi yang besar. Hal tersebut diungkapkan Bhima Uddhisthira, Direktur Eksekutif Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (CELIOS).

“Menurut CELIOS, ekonomi hijau memiliki potensi yang besar, dengan output perekonomian nasional sebesar Rp4,376 triliun dalam 10 tahun ke depan,” kata Bhima kepada detikcom, Selasa (23/7/2024).

Namun, penerapan ekonomi hijau bukannya tanpa tantangan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% kebijakan yang ada tidak mendukung praktik ekonomi hijau. Misalnya, meskipun pajak karbon dapat membiayai program ekonomi hijau, namun penerapan pajak karbon masih tertunda.”

Oleh karena itu, ia mendesak Presiden terpilih Prabowo Subianto melakukan beberapa hal untuk memaksimalkan transisi menuju ekonomi hijau. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 44% pada tahun 2030.

“Pak Prabowo sebaiknya mengalihkan insentif dan subsidi dari sektor pertambangan ke perusahaan-perusahaan ekonomi hijau. Bank-bank, khususnya bank-bank milik negara, harus meningkatkan porsi pembiayaan sektor berkelanjutan dan memasukkan ESG (Environmental, Social and Governance) dalam analisis kredit,” jelasnya. . .

Jadi, bagaimana penerapan ekonomi hijau di Indonesia? Simak ulasannya bersama Ekonom CELIOS Nailul Huda di segmen Editorial Review.

Selain itu, detikSore juga membahas tentang peta politik jelang Pilgub Jabar. Sejauh ini, belum ada partai politik yang mengumumkan calon mana yang akan maju di Pilgub Jabar. Hal tersebut dibahas mendalam oleh redaksi DetikJabar di segmen Detik Indonesia kali ini.

Baru-baru ini viral sebuah video seorang ibu ponpes yang menyerbu ruangan ponpes yang penuh sampah dan benda berserakan hingga menyulitkan pejalan kaki. Perilaku perlindungan ini disebut pelanggaran perlindungan. Apakah penundaan sama dengan kemalasan berorganisasi? Apa saja gejalanya? Temukan jawabannya di sore hari bersama psikolog klinis Veronica Adesla.

Lanjutkan liputan mendalam Detikcom tentang berita terhangat sepanjang hari, Senin hingga Jumat pukul 15.30 hingga 18.00 WIB live di 20.detik.com dan TikTok di detikcom. Jangan lewatkan analisa pergerakan pasar saham menjelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan tanggapan Anda melalui kolom live chat.

“Detik-detik sore! (ppy/ppy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *