fianjaya.co.id – Pada hari pertama MotoGP di Sirkuit Mandalika, tim anti-drone Mabes Polri bergerak cepat. Lokasinya di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah drone terbang liar terdeteksi terbang di sekitar area balapan.
Read More : Pemerintah Salurkan Rp13,87 Triliun Dana Transfer ke Sumbar
Kasub Satgas Anti Drone Mabes Polri, Ipda Muhammad Rizki Fitaloka, memberikan penjelasan. Ia menyebut tim melakukan pendeteksian sejak awal. Pemantauan dilakukan secara terus-menerus. Fokusnya adalah drone ilegal.
Menurut Rizki, beberapa drone diterbangkan tanpa izin. Tujuannya untuk mengambil video di dalam sirkuit. Tim berhasil melacak keberadaan drone tersebut. Namun, tidak ada tindakan menjatuhkan drone.
“Kami memilih pendekatan persuasif,” ujar Rizki. Tim lebih mengutamakan mencari pilot. Setelah itu, mereka diminta berhenti menerbangkan drone. Area sirkuit dinyatakan sebagai zona terlarang.
Personel yang Dikerahkan dan Koordinasi Pengamanan
Untuk memperkuat pengamanan, Mabes Polri menurunkan 10 personel. Mereka dibagi ke dalam dua pos. Pos tersebut adalah Bukit 360 dan Bukit Jokowi. Setiap pos diisi lima orang. Tugas mereka jelas.
Menghalau drone yang tidak memiliki izin. Pengamanan juga didukung kerja sama lintas pihak. ITDC Mandalika ikut terlibat. Komdigi Indonesia juga memberikan dukungan. Tim drone dari Dorna mendapat izin resmi.
Polda NTB turut mempersiapkan langkah besar. Mereka menggelar apel pasukan. Nama kegiatannya Operasi Mandalika Rinjani 2025. Tujuannya menjaga kelancaran MotoGP. Dalam operasi ini, ribuan personel diterjunkan.
Totalnya mencapai 3.037 orang. Sebanyak 2.580 berasal dari Polda NTB. Ada 266 personel bantuan dari Mabes Polri. Sebanyak 500 personel datang dari lembaga pemerintahan. TNI juga mendukung dengan 191 personel.
Zona Pengamanan dan Dukungan Teknologi
Pengamanan dibagi menjadi tiga zona. Zona barat, tengah, dan timur. Setiap zona memiliki tugas khusus. Ada tujuh satuan tugas yang disiagakan. Langkah yang dilakukan meliputi pencegahan. Ada juga pendekatan preemtif. Penindakan tetap menjadi opsi terakhir. Semua dijalankan secara terkoordinasi.
Selain personel, teknologi juga diandalkan. Sistem anti-drone dipasang di beberapa titik. Pemantauan udara dilakukan dengan helikopter. Tujuannya memperluas jangkauan pengawasan. Dengan pengamanan ketat, harapan pun tumbuh. MotoGP Mandalika 2025 diharapkan berjalan lancar. Keamanan menjadi prioritas utama. Penggemar balap motor bisa menikmati acara. Pengalaman berkesan pun diharapkan tercipta.
