Jakarta –

Read More : Cerita Comeback Duo Milan: Ketinggalan 2 Gol Dulu, lalu Menang

Kabupaten Bogor terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dengan dilepasnya ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Puncak pada Senin (24/6).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 331 lokasi PKL dibongkar petugas Satpal PP tanpa izin. Pengrusakan ini tentu saja ditentang oleh sejumlah warga dan pengusaha hingga memicu keresahan hingga berujung kebakaran pada Selasa (25/6).

Penertiban ini dilakukan aparat setempat untuk mengangkut para pendekar tersebut ke tempat peristirahatan Gunung Mas. Dimana lokasi baru disiapkan untuk dijual. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mengurangi kemacetan umum di Jalan Puncak.

Gedung-gedung pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Puncak menjadi destinasi favorit para wisatawan yang gemar berkunjung ke Puncak, untuk bersantai sambil menikmati snack atau kopi atau teh hangat dengan pemandangan alam dan suhu udara yang sejuk. Kedai kopi di lantai atas sangat ramai dikunjungi pengunjung pada malam hari.

Namun sebaliknya, kehancuran tersebut juga didukung oleh banyak pihak. Salah satunya terlihat dari banyaknya tweet dan komentar terkait masalah ini. Ditemui DetiKINET, Jumat (28/6/2024) banyak burung bangau yang menceritakan pengalaman pahitnya saat menjelajahi toko-toko PKL di Puncak.

Banyak di antara mereka yang membahas mengenai harga makanan, minuman, dan parkir yang tidak masuk akal. Tak heran jika sebagian besar wisatawan sangat mendukung langkah pemerintah yang melakukan langkah tersebut, selain dapat mengurangi kemacetan, mereka juga berharap Puncak menjadi lebih asri, nyaman dan asri seperti dulu.

Berikut beberapa reaksi derek Indonesia di X/Twitter yang mengeluhkan PKL di Puncak, Bogor:

Saksikan video “Demonstrasi penertiban PKL, pedagang dan lapak kaki lima di Puncak” (jsn/fay).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *