Jakarta –
Read More : Kata Psikolog soal Hoarding Disorder, Ternyata Dipicu Hal Ini
Dokter di India, Navin Chadhars, mendengar ledakan keras ketika dia ingin makan makanannya. Dia melihat ke belakang dan melihat berapa banyak api yang membakar ke ruang makan, tempat dia dan dokter lainnya berkumpul.
Ketika dia mulai mendekati api, dia bergegas ke jendela dan melompat. Dari dasar Chaddhari melihat ekor pesawat -pesawat India tergantung di gedung kampus medis.
“Ada kebakaran dan banyak dari mereka terluka,” Chaddhars dikutip dengan AP News.
Chadhars mengatakan dia beruntung aman. Meskipun demikian, ia segera pergi ke Departemen Perawatan Rumah Sakit Intensif, di mana para korban dibawa oleh tandu.
“Saya merasa seperti dokter, saya bisa menyelamatkan hidup seseorang. Saya telah selamat, jadi saya harus melakukan semua yang bisa saya lakukan,” jelasnya.
Setidaknya 270 orang tewas ketika pesawat udara India menabrak gedung perguruan tinggi kedokteran di Ahmedabad tak lama setelah dibawa -turun pada hari Kamis (6.12.2025). Hanya satu penumpang yang selamat antara 242 penumpang.
Setidaknya 29 orang lain yang berada di TKP, termasuk lima mahasiswa kedokteran di asrama, terbunuh.
Mahasiswa kedokteran senior, Akshi Hall, menemukan bahwa kecelakaan itu terasa gempa bumi.
“Aku hampir tidak bisa melihat sesuatu karena sepotong asap dan debu tebal menutupi semuanya. Aku mengalami kesulitan bernapas,” jelasnya.
Ketika insiden itu, aula terjun ke tempat yang aman dan berlari ke debu dan merokok. Dia membersihkan dan membungkus lukanya di kaki kirinya, lalu bergabung dengan yang kedua di pusat traumatis fakultas kedokteran untuk menangani yang terluka.
Berikutnya: Banyak dari mereka tidak aman
(SAO/KNA)