Jakarta –
Read More : Modal Main Game Bisa Dapat iPhone 15-Logam Mulia, Begini Rahasianya
Wakil Menteri Buruh (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menghargai polisi melalui Tanjung Port -port Police Surabaya, yang telah menyegel Perusahaan Jan Hwa Diana, dari Sentosa Seal. Perusahaan diduga memiliki 31 diploma karyawan.
“Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) sangat menghargai polisi dan Dewan Kota (Pemkot) di Surabaya, yang menanggapi pembongkaran penahanan diploma karyawan,” kata pria itu, yang dikenal Noel dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Selasa (22/2025).
Noel mengatakan: Kantor polisi Tanjung Perak KP3 Surabaya tentu dapat mengembalikan diploma untuk mantan karyawan. Dia yakin bahwa polisi memiliki banyak teknik untuk kebohongan.
Noel Kamis, 17 April 2025, inspeksi mendadak (inspeksi) melakukan sebuah perusahaan di Surya Mulia Permai H-14 H-14, Margamulyo, Surabaya. Tetapi selama pertemuan yang dibebaskan oleh wakil walikota Surabaya, Jan Hwa Diana selalu menolak memiliki diploma.
Ketika Diana masih menolak sejumlah mantan karyawan yang diploma masih di perusahaan, Diana masih menolak. Ketika memilih percakapan kepada mantan karyawan di Diana, di mana Diana mengatakan dia akan memberikan kembali ijazah, dia tidak menyangkal bahwa itu adalah suaranya sendiri.
Kemudian dia masih menyangkal diploma. “Saya tidak punya ijazah,” katanya berulang kali, setiap Wamenaker Noel meminta karyawan itu akan dikembalikan. Dialog selama hampir dua jam dengan Wakil Menteri Diana selalu menolak.
Setelah perusahaan yang telah berdagang, Noel berharap bahwa Noel berharap bahwa Diana berkolaborasi dengan petugas dengan memberikan kembali kepada diploma untuk mantan karyawan. Karena mereka dapat menemukan tugas selanjutnya dengan diploma itu.
“Tidak ada kejahatan yang sempurna. Jadi kami berpikir bahwa polisi Java -Regional Timur dapat mempertahankan pemotongan diploma. Kami mempercayai polisi sehubungan dengan proses hukum berikutnya,” katanya.
Noel berharap bahwa semua tindakan terhadap hukum yang dilakukan Diana harus dibawa ke pengadilan. “Hukuman penjara diploma dan kejahatan lainnya tidak dibenarkan,” katanya. (ILY/ARA)