Jakarta –
Read More : Bukannya Belanja, Pasangan Muda-mudi Malah ‘Ena-ena’ di Parkiran Mal Bandung
Beberapa minggu lalu, materi terkait eksploitasi perempuan Badui menjadi viral di jejaring sosial. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun menegaskan Suku Badui harus dilindungi!
Peristiwa itu pun membuat marah pengawas kebudayaan Banten, Uday Suhda, yang akhirnya meminta keras agar materi tersebut dihapus.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjawab agar wisatawan yang berkunjung harus menghormati dan menaati peraturan yang ada di wilayah Badui.
Bukan tanpa alasan, ia menyebut imbauan tersebut merupakan perilaku saling menghormati budaya dan norma setempat. Menteri Massa, sapaan akrabnya, juga menyampaikan bahwa suku Badui merupakan daerah dengan keunikan alam dan keindahan budaya yang perlu dilindungi.
“Saya ingin sampaikan, sejak saya aktif di desa wisata Sabah Badui, pariwisata di sana sangat indah, baik kekayaan budaya maupun keindahan alam,” ujarnya usai acara Sandiaga UNO pada pengarahan mingguan di gedung Sapta Pesona. , Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin (22 Juli 2024).
“Jadi mari kita hargai bahwa wisata yang diinginkan perempuan ini sangat diapresiasi, maka kita hargai dan saya yakin Badui sangat diperhatikan karena ini salah satu mutiara pariwisata yang kita miliki di dekat Jakarta,” kata Sandy.
Pengamat Kebudayaan Banten, Uday Suhda akhirnya melakukan pertemuan dengan Lembaga Adat (29/6) dan memaparkan pengaruh terkait teknologi yang dapat mengubah cara berpikir, sikap dan perilaku generasi muda suku Badui.
Selain itu, juga dikaitkan dengan materi yang mengekspos perempuan Badui secara berlebihan dan mendorong kecenderungan lembaga adat untuk menerapkan hukum adat secara lebih tegas terhadap pelaku kejahatan.
“Kami sangat prihatin dan marah atas perilaku sejumlah pembuat konten atau influencer media sosial atau apa pun sebutannya yang semakin mengeksploitasi perempuan muda Badui,” kata Uday dalam keterangannya, Selasa (7/2).
Ia berharap kedepannya akan ada rasa hormat dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap apa yang dilakukan wisatawan. Bukan berarti Badoui adalah destinasi wisata, Anda hanya boleh membuat konten terkait kawasan tersebut, khususnya eksploitasi perempuan muda Badoui.
Oleh karena itu, berdasarkan hasil musyawarah, pihak internal Badoui dan eksternal tokoh adat Badoui memberikan ultimatum kepada para pembuat konten dimanapun dan dimana pun, untuk berhenti membuat konten yang mengeksploitasi kecantikan perempuan Badui. Dan menghapus konten tersebut atau menghapus konten tersebut. Itu disiarkan, ” katanya.
“Jangan dijadikan olok-olok, jadikan mereka sebagai subjek, teladan, pemandu, bukan kacamata. Karena suku Badui adalah budaya yang harus kita jaga bersama,” pungkas Uday. Saksikan video “Kala Sandiaga Uno Gorontala Puji UKM” (wsw/wsw)