Jakarta –
Read More : Sonny Septian Masih Minum Obat 25 Tablet Sehari
Deswitha Maharani sangat sedih, ayahnya Yusuf Effendi meninggal karena kanker. Desvita merasa mendiang ayahnya adalah sosok yang tidak menimbulkan masalah apa pun hingga akhir hayatnya.
Namun, Desvita punya satu penyesalan. Ayah saya tidak pernah mau dibawa ke rumah sakit, dia merasa sudah terlambat untuk mengetahui kondisi ayahnya.
“Dia nggak banyak mengeluh, kalau ribut atau ribut biasa saja, dibilang tua. Ya, aku juga paham kalau dia sudah tua, Dia tidak menyukai Perang Dunia II meskipun saya tahu itu telah menjadi kuning, kata Teswitha Maharani ketika dia bertemu di TPU Selatan Jakarta, Sabtu (18/5/2024).
Desavitha Maharani melihat ayahnya selalu menanggung kesakitan tanpa mengeluh. Saat dilarikan ke rumah sakit beberapa hari sebelum meninggal, dokter menilai rasa sakit yang dialami Yusuf Afendi tak tertahankan.
“Waktu dibawa ke RS dan dibawa ke IGD, badannya udah kuning, badannya pasti sakit banget, di mana kamu sakit, sakit banget, soalnya kata dokter semua. Kata dokter,” imbuhnya. .
Sebagai menantu, Feri Mariadi pun kehilangan banyak hal. Yusuf menjadi sahabat Affendi saat pergi salat di masjid.
“Kami memanggilnya Atok. Saya kehilangan teman saya yang pergi ke masjid, saya kehilangan teman shalat Jumat, saya pergi ke masjid. Saya rutin ke masjid,” kenang Feri Mariadi.
Sosok yang tak pernah lelah mengingatkannya akan kecintaan sang mertua terhadap Ferry Mariady.
“Adok bagi saya adalah sosok dalam hal ibadah karena beliau tidak pernah lupa shalat. Beliau masih sakit dan masih mempunyai waktu untuk shalat. Sudah hampir dua tahun beliau tinggal di rumah saya dan terkadang masih berbaring dan shalat.” kata Feri Mariadi.
Sebelum meninggal, penyakit Yusuf Effendi tidak menjadi masalah. Namun di momen-momen terakhirnya, Youssef Effendi menunjukkan tingkah tak biasa.
“Ayah tidak membuat masalah bagiku, terakhir kali aku mengunjungi RS Atok Tumben-Tumbenan, dia bersamaku, itu aneh. Dia berterima kasih padaku, terima kasih apa? Ya, dia berterima kasih padaku dan meminta maaf.” Ferry Mariadi menjelaskan.
Ayah Desvita Maharani dirawat di rumah sakit selama 14 hari. Mereka berusaha menerima perpisahan ayah mereka sebagai sebuah kebenaran.
“Solusi dokter tidak ada yang mematahkan hati kami. Dokter berusaha, saya yakin bisa menyembuhkan ayah. Karena kankernya sudah menyebar kemana-mana dan fisiknya lemah. Dokter juga tidak. Menyarankan kemoterapi sejak dia tua. Secara fisik tidak mungkin,” kata Deswitha. .Tonton video “Java Jazz 2024 dimulai di sini!”