Jakarta –

Read More : Turis AS Kehabisan Uang dan Menggelandang di Bandara Bali, Sempat Depresi

Presiden Oconse Association Indonesia (Apinindo), Shinta W. Kamdani, mengatakan bahwa daya beli rakyat selama Lebaran 2025 dikendalikan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, ini tercermin dalam jumlah pelancong tahun ini. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi di luar Jakarta atau area tujuan rumah juga melambat.

“Faktanya, tahun ini, berdasarkan informasi dari Kementerian Transportasi, ada juga penurunan dalam memenuhi tubuh.

“Mungkin Idul Fitri tahun ini masih mengalami peningkatan, tetapi tidak sebesar biasa, dibandingkan tahun lalu lebih rendah,” lanjutnya.

Namun, ia mengatakan bahwa banyak sektor bisnis terus tumbuh, meskipun tidak sebesar tahun -tahun sebelumnya. Seperti sektor transportasi, keramahtamahan, konsumsi dan minuman, juga dikenal F&B.

“Jadi, jika kita melihat daerah -daerah itu, mereka juga terpengaruh, seperti transportasi, makanan dan minuman, restoran masih ada, meskipun tidak sebesar biasa,” kata Shinta.

Namun, Shinta percaya bahwa penurunan daya beli rakyat tidak hanya di Indonesia, tetapi di beberapa negara lain di seluruh dunia.

“Faktanya, kondisi rata -rata juga domestik. Tetapi di dunia. Mereka tidak terlalu baik.

Akibatnya, Shinta juga menghargai pemerintah, yang telah memotivasi pengusaha sebagai upaya untuk mempertahankan daya saing bisnis, yang juga dapat meningkatkan daya beli orang.

“Seperti yang kita ketahui bahwa pesawat itu juga memiliki pengurangan harga tiket pesawat, lalu diskon ritel, segera setelah kami membuka kemarin untuk pengecer, jadi itu terus berteriak.”

“Meskipun, meskipun mungkin tidak sekuat biasa, tetapi kami masih meningkatkan lebih banyak penawaran dan peningkatan penjualan,” Shinta menyimpulkan.

(Igo/eds)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *