Jakarta –
Read More : Ada 10 Long Weekend di 2025, Ini Daftarnya
Pavel Durau, pendiri dan CEO Telegram, ditahan oleh penegak hukum Prancis pada hari Sabtu. Dampak dari pembatasan ini mulai terasa seiring dengan meningkatnya jumlah unduhan Telegram.
Durov ditangkap atas tuduhan melakukan aktivitas ilegal yang serius di platformnya dengan gagal memoderasi konten dengan benar, khususnya konten yang berkaitan dengan perdagangan narkoba, pencucian uang, dan distribusi materi pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Penangkapan Durov membuat banyak pengguna Telegram berspekulasi bahwa platform perpesanan tersebut akan ditutup. Di sisi lain, data Appfigures dan Sensor Tower menunjukkan popularitas Telegram mulai menanjak.
Data Appfigures menunjukkan Telegram menempati peringkat kedua di Apple App Store AS untuk kategori media sosial. Jumlah unduhan Telegram di iOS di seluruh dunia juga meningkat sebesar 4%.
Di Prancis, negara yang menangkap Durov, Telegram menduduki puncak kategori media sosial App Store dan menjadi aplikasi terpopuler ketiga, menurut TechCrunch, Selasa (27/8/2024).
Dalam daftar aplikasi teratas di Amerika Serikat, Telegram yang semula menduduki peringkat ke-18 kini naik ke peringkat 8, naik 10 peringkat dari Jumat lalu. Appfigures mengatakan ini adalah rating tertinggi yang pernah diraih Telegram di AS.
Menurut analisis terpisah oleh Sensor Tower, jumlah unduhan Telegram di iOS di seluruh dunia meningkat setiap hari hingga hari Minggu.
Polisi Prancis dapat menahan Durov hingga Rabu setelah memperpanjang penahanannya. Kemudian hakim dapat memutuskan pembebasan Durov atau tekanan dan penangkapan lebih lanjut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga buka suara soal penahanan Durov. Ia mengatakan, tidak ada motif politik dalam penahanan ini karena merupakan bagian dari penyelidikan yudisial PBB yang sedang berlangsung.
Tonton video “5 poin pembelaan Telegram tentang penangkapan Pavel Durov” (vmp/vmp)