Jakarta –

Read More : Soal Ritual Mahalini di Bali Sebelum Menikah dengan Rizky Febian

Pada tahun 2023, hampir seluruh bisnis inti Google akan melaporkan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan utama mereka masih berasal dari pencarian Google.

Secara keseluruhan, Google menutup tahun 2023 dengan pertumbuhan di hampir seluruh bisnis intinya. Pendapatan pada Q4 2023 dilaporkan sebesar USD 86 miliar, atau meningkat 13% dibandingkan Q4 2022.

Angka tersebut diketahui dari laporan keuangan Q4 yang dirilis induk perusahaan Google, Alphabet, pada Rabu (31/1/2024) seperti dikutip detikINET dari The Verge.

Bisnis inti Google, seperti periklanan digital dan komputasi awan, menunjukkan pertumbuhan yang stabil, yang menurut CEO Google Sundar Pichai dimungkinkan oleh investasi di bidang AI generatif.

Namun, pendapatan utama Google jelas berasal dari bisnis mesin pencarinya, yang menghasilkan $48 miliar, naik 13% dari tahun ke tahun. Divisi layanan dan perangkat berlangganan Google menghasilkan USD 10,7 miliar terutama dari biaya berlangganan YouTube Premium dan Musik, YouTube TV, dan Google One. Sementara itu, bisnis periklanan YouTube menghasilkan USD 9,2 miliar, naik 15% dari tahun lalu.

Pichai, kepada investor Google, menyebut tahun 2024 sebagai era Gemini Alphabet, artinya model bahasa Google akan diterapkan di seluruh produk inti mereka.

“Gemini adalah realisasi pertama dari visi yang kami miliki saat menciptakan Google DeepMind sebagai hasil dari dua tim riset kelas dunia kami,” kata Pichai.

Ia juga mengatakan bahwa Gemini Ultra, pembaruan dari model yang sudah ada, akan segera dirilis. “Gemini Ultra akan tersedia dalam waktu dekat. Tim kami sudah mengerjakan versi berikutnya dan akan memulai pencarian dan menghadirkannya ke produk kami,” jelasnya.

Google saat ini merupakan penyedia layanan cloud terbesar ke-3 di dunia setelah Microsoft Azure dan Amazon Web Services. Selain itu, bisnis cloud Google juga akan mengalami peningkatan pendapatan pada tahun 2023, mencatat pendapatan sebesar 25,6% dari tahun ke tahun sebesar $9,19 miliar.

Selain itu, Google mengeluarkan dana sebesar USD 2,1 miliar atau sekitar Rp 33,2 triliun untuk “membiayai” PHK yang mereka lakukan pada tahun 2023.

Selama tahun 2023, Google akan memberhentikan lebih dari 12.000 karyawannya, dan mereka akan mengeluarkan dana sebesar Rp33,2 triliun untuk membayar pesangon dan berbagai tunjangan lainnya. Jumlah ini akan semakin meningkat pada tahun 2024.

Pasalnya, pada Januari 2024 saja, mereka mengeluarkan dana sebesar US$700 juta untuk membayar pesangon dan biaya pembatalan lainnya. Pasalnya, Google masih melakukan PHK sekitar 1000 karyawannya. Tonton video “Pengadilan Rusia denda Google Rp 5,56 triliun” (asj/asj)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *