Jakarta –
Read More : Cerita Prabowo soal Anggaran Diperketat Sri Mulyani saat Jadi Menhan
Jumlah pengangguran di Amerika Serikat (AS) terus meningkat hingga mencapai rekor tertinggi sejak Agustus 2023. Situasi ini tercermin dari banyaknya pengajuan tunjangan pengangguran di negara tersebut.
Laporan CNN, Jumat (10/5/2024), jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan ini bertambah menjadi 231.000 orang. Situasi ini menunjukkan betapa bengkoknya pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam.
Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Kamis (9/5), jumlah klaim berkelanjutan atau mereka yang mengajukan bantuan ini lebih dari satu kali mencapai 1,78 juta orang. Jumlah ini bertambah 17.000 orang dibandingkan minggu sebelumnya.
Sepanjang bulan April 2024, perekonomian AS memperoleh 175.000 pekerja. Angka ini lebih kecil dari perkiraan para ekonom, dan jauh lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Selain itu, pemberi kerja di AS hanya mampu membuka rata-rata 245.500 pekerjaan per bulan, dibandingkan dengan rata-rata tahun 2023 sebanyak 251.000 pekerjaan per bulan.
Meski demikian, Biro Statistik sedang menilai apakah lapangan kerja di Negeri Paman Sam masih stabil. Karena bulan April lalu adalah bulan ke-27 berturut-turut di mana tingkat pengangguran AS tetap berada di bawah 4%, angka ini menyamai rekor yang dicapai pada tahun 1960an.
Padahal tingkat pengangguran di negara tersebut tercatat terus meningkat hingga 3,9% pada bulan lalu, yang berarti kondisi pasar tenaga kerja AS semakin buruk setiap minggunya. Belum lagi banyak perusahaan di Tanah Air yang kini berencana mengurangi jumlah karyawannya sehingga berpotensi meningkatkan angka pengangguran.
โPekerjaan PHK terus meningkat, menunjukkan kehati-hatian bagi perusahaan-perusahaan ketika mereka melihat prospek untuk paruh kedua tahun ini,โ kata Chris Rupkey, kepala ekonom di Fwdbonds. (ketiak/ketiak)