Jakarta –
Read More : Anker Rilis Zolo di Indonesia, Powerbank Kapasitas Besar Harga Murah
Pagar sepanjang 30,16 km di perairan Tangang dikatakan mencegah keausan dan tsunami. Ini disampaikan oleh jaringan Pantura Pantura Tangang (JRP) yang mengaku membangun pagar.
Koordinator JRP Sandi Martapraja di Tangangang mengatakan pagar laut dibangun untuk mencegah keausan. Dia menjelaskan bahwa pagar dicapai oleh masyarakat setempat.
“Pagar laut yang membentang di pantai utara kepresidenan Tangang sengaja dibangun terlepas dari masyarakat. Ini dilakukan untuk mencegah keausan,” kata Sandi yang dikutip dari Antara Senin (1/1/2025).
Menurut Sandi, pagar laut bertindak sebagai Laut Voll. Laut dengan struktur fisik memiliki fungsi yang cukup penting dalam memprediksi bencana.
Dia juga menjelaskan sejumlah manfaat dengan jalur laut. Pertama, ini mengurangi dampak gelombang besar, melindungi daerah pantai dari gelombang tinggi yang dapat mengikis infrastruktur pantai dan merusak.
Kedua, untuk mencegah keausan, mencegah erosi tanah di daerah pesisir yang dapat merusak ekosistem dan pemukiman. Kemudian mengurangi ancaman tsunami, meskipun ia tidak dapat menahan tsunami.
Dia menjelaskan bahwa jika kondisi Havvollet baik, area di sekitar pagar bambu dapat digunakan dan di sekitarnya sebagai kolam renang. Ini memberikan peluang keuangan dan kesejahteraan baru bagi masyarakat setempat.
“Kolam pancing di dekat jalan juga dapat dikelola dengan cara yang berkelanjutan untuk menjaga ekosistem seimbang. Benteng -benteng ini dibangun oleh perusahaan -perusahaan masyarakat setempat yang peduli tentang ancaman kerusakan lingkungan,” jelas Sandi.
(ACD/ACD)