Jakarta –

Read More : Ekonomi Jabar Triwulan I-2024 Tumbuh 4,93%, Pengangguran Turun 217 Ribu

Nissan Motor dikabarkan akan memangkas dan memindahkan 1.000 pekerjanya ke Thailand. Nissan berencana memangkas staf dan mengurangi produksi di Asia Tenggara.

Perusahaan berencana menghentikan sebagian produksi di pabrik di Thailand. Perusahaan Jepang itu akan menggabungkan operasinya dengan pabrik lain pada September mendatang.

Juru bicara Nissan menolak mengomentari rencana PHK tersebut. Namun, dia mengatakan konsolidasi pabrik terus berlanjut dan tidak ada pabrik di Thailand yang akan ditutup.

“Pabrik 1 tetap beroperasi sebagai pabrik produksi utama kami di Thailand,” kata juru bicara perusahaan seperti dikutip Reuters, Jumat (22/11/2024).

Nissan yang bermasalah mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka akan memangkas 9.000 pekerjaan di seluruh dunia, membukukan angka pendapatan jauh di bawah perkiraan. Di AS, sekitar 6% pekerja lokal akan meninggalkan Nissan pada akhir tahun ini karena pensiun dini.

Kedua pabrik di Thailand tersebut berlokasi di distrik Samut Prakan di luar Bangkok. Pabrik 1 mempunyai kapasitas produksi kurang lebih 220.000 unit dan pabrik 2 mempunyai kapasitas produksi 150.000 unit. Hal ini menjadikan Thailand sebagai fasilitas manufaktur Nissan terbesar di Asia Tenggara.

Penjualan Nissan di Thailand turun 30% menjadi sekitar 14.000 unit pada bulan Maret tahun fiskal lalu. Sementara itu, pembuat mobil Jepang termasuk Toyota dan Honda telah mendominasi pasar Thailand selama bertahun-tahun. Sementara itu, merek Tiongkok seperti BYD dan SAIC bermunculan dengan varian EV mereka sendiri.

Dua pabrik di Thailand diketahui memproduksi model SUV untuk tujuan ekspor, seperti Nissan Kicks untuk negara Asia Tenggara lainnya dan Nissan Terra untuk pasar Timur Tengah dan Afrika.

Tonton juga videonya: Menunggu solusi masalah pesanan dan tuntutan upah bagi pekerja

(atau/atau)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *