Athena –
Read More : Nisya Ahmad Ungkap Gaya Berpolitik Usai Jadi Anggota DPRD Jabar
Mission Impossible berhasil diusung Olympiakos Piraeus di Europa Conference League. Hampir tersingkir Erythroleykoi menjadi juara.
Olympiakos terdegradasi ke Liga Konferensi setelah finis ketiga di babak penyisihan grup Liga Europa musim ini. Di babak playoff, Olympiakos menyingkirkan Ferencvaros dengan skor agregat 2-0 (masing-masing menang 1-0).
Kemudian mereka bertemu dengan juara Israel Maccabi Tel Aviv. Di babak pertama final kedelapan, Olympiakos tampil buruk dan dikalahkan 1-4 di kandang sendiri.
Pasca kekalahan itu, peluang Olympiakos untuk lolos semakin mengecil, apalagi jika berbicara soal kans menjadi juara. Menurut data sejumlah rumah taruhan, peluang Olympiakos menang hanya 0,1 persen!
Ketidakmungkinan tersebut berhasil dikonversi menjadi tiket lolos ke babak perempat final setelah tampil meyakinkan di leg kedua. Olympiakos menang 6-1 di kandang melawan Maccabi Tel-Aviv dan memimpin 7-5!
Olympiakos harus kembali bekerja keras di babak perempat final usai bertemu Fenerbahce. Olympiakos menang 3-2 di leg pertama dan harus melalui adu penalti di leg kedua setelah kalah 0-1 dalam waktu 120 menit.
Olympiakos menang adu penalti 3-2 untuk menantang Aston Villa sebagai penantang gelar saat itu. Melawan The Villans yang dilatih Unai Emery, Olympiakos dominan di dua leg untuk melaju ke final dengan agregat 6-2.
Perjalanan berakhir indah saat Olympiakos mengalahkan Fiorentina di final, Kamis (30/5/2024) dini hari WIB dengan skor 1-0 berkat gol Ayoub El Kaabi pada menit ke-116.
Olympiakos memenangkan trofi Eropa pertama mereka serta gelar pertama Jose Luis Mendilibar di klub hanya dalam waktu tiga bulan.
Satu kata untuk Olympiakos: Fantastis! (mrp/kas)