Beijing –
Read More : Duh! MU Musim Ini Lebih Buruk dari Era David Moyes
Upaya bersejarah Tiongkok untuk mengembalikan sampel dari Mars ke Bumi bisa dimulai pada tahun 2028, dua tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Itulah yang dikatakan para pejabat Tiongkok ketika negara tersebut berupaya mendominasi ruang angkasa.
Kepala perancang misi Liu Jizhong mengatakan misi Tianwen-3 negara itu akan membawa dua pesawat ruang angkasa untuk mengumpulkan sampel Mars sekitar tahun 2028, menurut detikINET CNN, pengumuman terbaru setelah keberhasilan penting Tiongkok dalam mengambil sampel pertamanya dari sisi jauh. Juni lalu.
Misi Mars juga sedang dilakukan oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa, meskipun ada kekhawatiran mengenai anggaran, kompleksitas dan risiko. NASA sedang mengevaluasi rencana yang lebih cepat dan lebih murah untuk mengembalikan sampel ke Mars pada tahun 2040. Dengan demikian, Tiongkok mungkin akan menyalip Amerika Serikat dalam operasi penting ini.
Menjadi negara pertama yang mengambil sampel Mars adalah pencapaian besar dalam program luar angkasa ambisius Tiongkok dan impian Presiden Xi Jinping untuk menjadikan negara tersebut sebagai negara adidaya luar angkasa. Kemajuan Tiongkok, termasuk misi bulan tak berawak dan stasiun luar angkasanya sendiri, sangatlah luar biasa.
Tujuan utama misi Tianwen-3 Tiongkok adalah mencari tanda-tanda kehidupan di Mars. Mars telah lama dianggap sebagai tujuan penelitian penting oleh para ilmuwan yang dapat memberikan petunjuk tentang keberadaan kehidupan di luar bumi dan asal usul kita di tata surya.
Tiongkok telah mencapai Mars. Wahana Tianwen-1 mencapai orbit Mars dan menempatkan penjelajah Jurong di permukaannya. Pendaratan Jurong di dataran luas yang dikenal dengan Utopia Planitia pada 15 Mei 2021 menjadikan mereka negara ketiga yang mendarat di Bumi setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Pendaratan AS yang terbaru di Mars adalah penjelajah Endurance milik NASA, yang mendarat di Kawah Jezero pada tahun 2021 dan sejak itu mengumpulkan sampel untuk dikembalikan ke Bumi. Administrator NASA Bill Nelson mengatakan awal tahun ini bahwa misi pengembalian sampel Mars adalah salah satu misi paling menantang yang pernah dilakukan NASA. “Menyaksikan Topan Super Yagi Melanda Vietnam-Tiongkok, Menewaskan 63 Orang” (fyk/fyk)