Jakarta –

Read More : 4 Kasus Kekerasan Seks Melibatkan Dokter RI, Terbaru Rekam Mahasiswi Mandi

Viral di media sosial kekhawatiran bahwa asupan vitamin secara teratur dapat merusak ginjal. Bahkan, dosen farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Zullies Ikawati menegaskan, kebiasaan tersebut tidak ada risikonya, jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan pada setiap produk.

Sebab, makanan yang dikonsumsi setiap hari juga merupakan sumber nutrisi, termasuk vitamin.

“Sebenarnya setiap hari kita juga mengonsumsi vitamin yang berasal dari makanan kita sepanjang hari. Asalkan dikonsumsi sesuai kecukupan harian yang dianjurkan, Insya Allah aman,” jelas Prof Zullies kepada detikcom, Jumat (2/2/2021). 7/2024). )).

Prof. Zullies menjelaskan, vitamin memiliki rentang yang luas antara dosis normal dan dosis toksik. Akibatnya, kasus hipervitaminosis jarang terjadi.

Namun, bukan berarti masyarakat diperbolehkan mengonsumsi vitamin melebihi batas yang tertera pada setiap kemasan. Sebagai catatan, hipervitaminosis masih bisa terjadi.

Kondisi penumpukan vitamin yang berlebihan di dalam tubuh dapat memicu terjadinya keracunan. Gejala yang terjadi relatif berbeda-beda tergantung kadar vitamin mana yang berlebih di dalam tubuh.

“Gunakan vitamin sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan berbagai vitamin, Prof. Zullies merekomendasikan penggunaan multivitamin yang mengandung banyak sumber vitamin. Cara ini juga cukup praktis. Simak video “Saran Ahli Konsumsi Vitamin C Bagi Penderita Autoimun” (naf/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *