Jakarta –

Read More : Nvidia Klaim DeepSeek Bisa Lebih Ngebut Kalau Pakai RTX 50

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). Operator seluler pun bereaksi terhadap penunjukan politisi Partai Golkar tersebut.

Berbeda dengan sebelumnya, Prabowo mengubah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menjawab tantangan perkembangan saat ini.

Direktur dan Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah mengapresiasi perubahan Koinfo menjadi Komdiga dan diangkatnya Meuty Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika berikutnya. Danny berharap pemerintah saat ini memperhatikan tingginya biaya regulasi operator telepon seluler.

“Industri telekomunikasi sedang dalam tekanan yang sangat besar. Tekanan dari OTT (over the top) adalah mereduksi OTT, dimana bagi hasil bagi mereka besar, sedangkan bagi kita kecil. Tekanan dari teknologi, walaupun kita melihat bahwa itu adalah hal yang besar. masih gratis seperti Starlink dan lain – lain,” kata Danny di Jakarta, Selasa (22/10/2024).

“Kemudian permasalahan klasik masa lalu yang belum terselesaikan adalah biaya regulasi yang sangat-sangat tinggi. Kalau 5G pun tidak, tapi spektrumnya (ketersediaannya) belum ada, kalau ada berapa biaya spektrumnya. Ada banyak tekanan,” katanya.

Khusus mengenai biaya regulasi, Danny mengatakan beban regulasi saat ini berkisar 12-13% dan itu terlalu berat bagi operator seluler sehingga perlu dibenahi oleh seluruh pemangku kepentingan di industri.

“Kita ingin industri telekomunikasi itu sendiri lebih sehat, itu yang terpenting. Biaya regulasi jelas perlu diturunkan karena ini tren yang terjadi di dunia, pemerintah tidak lagi mengharapkan uang langsung dari operator, tapi lebih pada pengaruhnya terhadap operator. hadirnya telekomunikasi yang jauh lebih andal dan terjangkau, ” kata Danny.

Ia juga memperkirakan biaya regulasi yang ideal bagi operator seluler adalah di bawah 10% agar industri tetap sehat, sehingga ada lebih banyak investasi dan manfaat bagi masyarakat.

“Saat ini rata-ratanya sudah lebih dari 12%. Nanti kalau spektrum 5G lebih banyak, bisa jadi lebih tinggi lagi. Kita harapkan rata-ratanya akan turun lagi,” kata Danny.

Saat ini, operator telepon seluler belum berencana membicarakan masalah tersebut dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Meutya Hafid.

“Tentunya kita tunggu programnya untuk publik. Mari kita perkenalkan diri kita sendiri, juga kepada penonton, apa yang akan dilakukan Indosat dan apa yang telah dicapainya,” tutupnya. Simak video “Video: Kiprah Meuty Hafid Sebagai Menkominfo, Keamanan Digital-Perjudian Online” (agt/fyk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *