Jakarta –

Read More : Arsenal Bantai Sporting CP 5-1, Manchester City Kena Sindir

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan), termasuk empat perusahaan di daftar hitam atau daftar hitam. Ini karena keempat perusahaan mendistribusikan pupuk palsu.

Dia mengungkapkan bahwa empat perusahaan baja terbukti memalsukan kualitas produk mereka, yaitu, CV Mitra Peace, Semarang (Brand Cage Hadi), CV Barkah Prima Turi, Gresik (Godhong Prima Brand), PT Multi Alam Peace, Gresik (MARS Brand dan PT.

Keputusan penentu ini dibuat setelah hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa kualitas pupuk yang diproduksi jauh di bawah standar SNI dan tidak memenuhi spesifikasi. Bahkan, manipulasi dokumen uji kualifikasi diperoleh dari pemasok.

“Petani adalah prioritas kami, ketika seseorang mencoba memanipulasi mereka dan menyakiti mereka, itu sama dengan mengkhianati masa depan pertanian Indonesia, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang menentukan,” kata Amran dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (11/27/2024).

Beberapa perusahaan juga telah terbukti tidak membayar untuk pupuk, yaitu, yang baik -untuk CV Mitra (MS), Koperasi Produksi Sekolah Menengah Islam (KPPN), PT Queen (ICS) dan PT Eternal Put (Pre) Pt.

Sebagai kronologi, tekad dimulai dengan informasi publik, jadi Amran meminta Kepala Kementerian Pertanian untuk menguji di laboratorium yang diakui.

Sampel pupuk dikumpulkan langsung dari gudang produksi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dan Kota Semarang, Java Central. Hasilnya menunjukkan bahwa empat merek pupuk yang dipasok oleh 4 pupuk dinyatakan tidak pantas untuk digunakan.

Selain kualitas pupuk yang buruk, penyelidikan yang lebih dalam mengungkapkan tanda -tanda penipuan. Empat perusahaan mengaitkan hasil analisis PT yang diperlukan Surabaya sebagai bukti kelayakan produk.

Namun, berdasarkan konfirmasi langsung, dokumen tersebut terbukti tidak menjadi dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Sudofindo PT.

“Ini bukan hanya kualitas pupuk yang buruk, tetapi juga kepercayaan diri. Manipulasi ini sangat berbahaya bagi negara dan melemahkan pupuk nasional.

Keputusan untuk membatalkan perjanjian akuisisi pupuk yang mencapai total Rp 18,7 miliar adalah gerakan kuat Amran untuk mencegah kerugian nasional dan melindungi petani dari produk yang tidak selaras dengan standar.

Secara rinci, nilai kontrak yang dibatalkan dari masing -masing perusahaan adalah KPPN dengan kontrak RP6 miliar, PT IC senilai 3,3 miliar, CV MS senilai 1,9 miliar, PT Pre -Worth RP 7,5 miliar.

Langkah ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa hanya pupuk berkualitas yang tersedia untuk petani. Amran juga mengingatkan semua pihak untuk mempertahankan integritas dalam perolehan barang dan jasa di sektor pertanian, dan tidak menggunakan tanda baja yang tidak memenuhi standar.

“Menurut arahan Tn. Presiden Prabowo, kami akan terus memeras pengawasan dan merusak pelanggaran ini. Pertanian yang kuat dimulai dengan perlindungan petani.

Gerakan ini diharapkan menjadi peringatan kuat bagi mereka yang mencoba bermain dengan kebutuhan penting sektor pertanian. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, berkomitmen untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan di semua rantai produksi.

“Saya meminta semua orang untuk terus bekerja bersama, bersama untuk melakukan pertanian yang kuat, bersih dan berkelanjutan, bukan bermain – bermain dengan petani kami,” kata Amran.

Dalam sebuah pernyataan media di markas Kementerian Pertanian pada tanggal 26 November 2024, Amran mengatakan partainya mengambil langkah -langkah tegas terhadap empat perusahaan yang menghasilkan pupuk NPK palsu dan 23 perusahaan lain yang menghasilkan pupuk di bawah standar komposisi yang ditetapkan.

Amran menjelaskan bahwa, sebagai hasil dari saham perusahaan -perusahaan ini, diperkirakan potensi negara sekitar Rp316 miliar, sementara kerugian petani diperkirakan sebesar Rp3,23 triliun.

Tonton juga videonya: Amran Sulaiman setelah dipanggil Prabowo: Diskusi di Pertanian

(di sana/rrd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *