Jakarta –
Read More : Kisah Hacker Rusia Jebol Jaringan Lewat WiFi Tetangga
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi membeberkan manfaat yang diterima Indonesia setelah CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan investasi terbaru perusahaannya sebesar 1,7 miliar atau sekitar Rp 27,6 triliun.
Investasi akan didedikasikan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan cloud di Indonesia. Microsoft akan memberikan pelatihan keterampilan AI kepada 840 ribu orang dan dukungan kepada komunitas pengembang Indonesia.
“Indonesia mempunyai keuntungan menjadi bagian dari ekosistem digital dunia. Apalagi AI sangat penting di masa depan,” kata Budi kepada media di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (4/ 30). /2019). 2024).
“Sebelumnya Satya Nadella menyampaikan kepada presiden bahwa AI membantu sektor pertanian dan perikanan. AI dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan produktivitas dan skala yang lebih besar,” ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi menjelaskan, perubahan yang terjadi di dunia melibatkan berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya di bidang teknologi, namun juga di sektor lain, seperti pertanian, perikanan, pemerintahan, bisnis, ekonomi digital, dan lain-lain.
Budi berharap kemitraan dengan Microsoft, raksasa teknologi, dapat membantu proses transformasi digital Indonesia.
Presiden menyampaikan kepada Satya Nadella bahwa yang terpenting di Indonesia adalah transformasi digital, kata Budi.
Menurut informasi, investasi sebesar USD 1,7 miliar ini akan dibayarkan dalam empat tahun ke depan untuk meningkatkan infrastruktur cloud dan AI di Indonesia. Pada tahap tersebut, Nadella menyampaikan bahwa investasi ini mencakup pembangunan data center baru di Indonesia.
Artinya kita akan memiliki basis pelatihan kelas dunia, baik itu Nvidia, apakah itu AMD, atau chip Maia milik Microsoft akan menjadi bagian dari pusat data sehingga memungkinkan pengembang untuk melatih modelnya (AI), kata Satya.
“Dan tentunya kita akan mempunyai pilihan model terbaik, apakah itu model Frontier, seperti Azure, OpenAI, atau model open source seperti Mistral atau Llama,” ujarnya.
Investasi Microsoft kali ini merupakan kelanjutan dari inisiatif ‘Empowering Indonesia’ yang diluncurkan pada tahun 2021 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif. Bagian lain dari inisiatif ini adalah rencana pembangunan pusat data Microsoft pertama di Indonesia.
Selain di Indonesia, Satya Nadella juga mengumumkan komitmen Microsoft untuk memberikan peluang keterampilan AI kepada 2,5 juta orang di Asia Tenggara pada tahun 2025. Pelatihan ini akan diberikan melalui kemitraan Microsoft dengan pemerintah, organisasi nirlaba, sektor swasta, dan masyarakat Indonesia. , Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.
Simak video “Presiden Jokowi Temui CEO Microsoft di Istana Pagi Ini” (agt/fay)