Jakarta –

Read More : 6 Kode Redeem Honkai: Star Rail 11 Maret 2025, Hadiahnya Banyak Banget

Menteri Komunikasi dan Digital, Meetya Hafid, menekankan urgensi literasi digital dan keseimbangan aktivitas fisik dalam mengelola fenomena otak, karena konsumsi digital kualitas mental berkualitas rendah. Selama kunjungannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM), ia meminta perubahan nasional untuk mengelola ruang digital.

“Kita harus bijaksana dalam penggunaan teknologi. Alat berlebihan dan aliran cepat dapat berdampak negatif pada kualitas mental. Itulah sebabnya kami mengundang generasi muda untuk mengekang konsumsi digital, seperti membaca dan bersosialisasi,” kata Meetya Hafid dalam pernyataannya (Senin 24/2025).

Menteri Komunikasi dan Pengetahuan Meetya Hafid mengatakan bahwa pendidikan digital dan literasi yang kuat adalah kunci untuk mengatasi efek negatif dari era digital. Dia mendorong peran aktif lembaga pendidikan untuk memodelkan cara yang sehat dalam berinteraksi dengan teknologi.

“Dengan literasi digital yang baik, kami dapat menghindari efek samping dari pengetahuan yang berlebihan dan tidak terkendali. Kami mengundang semua peneliti UGM dan orang muda lainnya untuk berpartisipasi dalam penciptaan ruang digital yang sehat, aman dan produktif,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, peneliti dan masyarakat dalam pembangunan ekosistem digital yang mendukung pencapaian emas yang cerdas, sehat dan luar biasa.

Di acara yang sama, Prof. RR. Siti Murotingsih, S.Hum, menekankan pengembangan filosofi pendidikan di era kecerdasan buatan (kecerdasan buatan). Dalam pidatonya yang disebut

“Pendidikan Mobil Mobil: Filsafat dan Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan,” ia mengundang orang untuk merenungkan dunia pendidikan tahun 2000 -an. RR. Anda duduk Murintingsih

Dia menekankan pentingnya investasi teknologi sebagai alat yang mendukung proses pembelajaran tanpa mengganti peran pelatih dalam memodelkan sifat dan pemahaman siswa.

Dengan perkembangan teknologi yang cepat, Hafid dan Profesor Siti Siti Murtingih, sebuah komunikasi dan pengetahuan, sepakat bahwa kerja sama antara orang dan mobil harus difokuskan pada reproduksi kreativitas manusia dan kecerdasan, bukan hanya penyedia pengetahuan. Pendidikan harus tetap menjadi nilai untuk nilai -nilai, untuk memahami Desember dan pengembangan karakter.

Dengan literasi dan kesadaran digital yang baik, Indonesia diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya literasi digital, tetapi juga karakter yang kuat dalam konfrontasi dengan tantangan modern. (RRD/RIR)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *