Jakarta –

Read More : Upaya BRI Jamin Kelancaran-Keamanan Bertransaksi Lewat BRImo

Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus Edward mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) fokus pada tugas-tugas yang masih menumpuk, termasuk penyelesaian lelang frekuensi dan pusat data nasional yang menangani jaringan RT/RW. Sehat.

Di sisa tahun 2024, unit digital Komdigi akan lebih fokus pada kisruh internal, seperti terungkapnya pegawai yang melindungi situs judi online. Selain itu, Menteri Komunikasi dan Teknologi Meutya Hafid selaku kepala departemen juga melakukan penataan ulang jajaran bawahannya agar selaras dengan visi transformasi digital Presiden Prabowo.

Ian mencontohkan, serangkaian operasi yang harus dilakukan Komdigi pada tahun 2025, yang terdekat adalah lelang frekuensi yang tidak dilakukan pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, kebutuhan digital semakin meningkat sehingga kebutuhan frekuensi operator seluler pun semakin meningkat.

Frekuensi 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz dilelang. Dengan nilai lelang yang wajar dan kewajiban seperti biaya awal dan pengembangan di wilayah tertentu, ujarnya kepada detikINET.

Dia mengatakan lelang frekuensi sebaiknya mulai disosialisasikan pada kuartal pertama tahun ini. Ia yakin, selama nilai lelangnya wajar, lelang tiga jalur bisa dilakukan secara bersamaan.

Ian mengatakan, nilai iuran awal tidak akan berubah, hanya tinggal persoalan apakah akan ditarik di awal, disalurkan atau apalah.

โ€œSemakin lama frekuensi lelang (keterbatasan sumber daya alam) ditunda maka semakin sedikit manfaat yang dapat diperoleh masyarakat. Sesuai dengan asas pertama UU Telekomunikasi tentang sumber daya alam yaitu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesiaโ€, dikatakan.

Mereka merekomendasikan pemerintah untuk merumuskan peraturan tentang penerimaan negara bukan pajak (PNBP), biaya frekuensi dan penggunaan infrastruktur (BHP).

Oleh karena itu, beban regulasi bagi operator membuat mereka lebih sehat, ujarnya.

Ian juga mengatakan, dalam memberantas perjudian online dan penipuan pada layanan internet seperti RT/RW Net, sistem harus dapat diaudit dan terbuka agar kinerjanya dapat diukur. Oleh karena itu, ada evaluasi berkala yang transparan.

Terkait pencapaian transformasi digital di tanah air, Ian mengatakan hal itu dapat dicapai melalui beberapa langkah, yakni mencapai 100% Internet (BAKTI Komdigi dan penyedia layanan Internet baik BUMN, BUMS atau lainnya).

โ€œSuper platform Indonesia (seperti Satu Sehat, MyPertamina, dll), data Indonesia (sebagai salah satu sumber daya milik negara yang memiliki nilai komersial sangat tinggi) harus berlokasi di Indonesia; pusat data nasional/pengolahan data harus berlokasi di Indonesia; di Komdigi Indonesia memberi wewenang kepada pemerintah untuk memproses kasus tersebut,โ€ katanya.

Selain itu, Ian mengatakan Humas Komdigi akan mengembangkan sumber daya manusia PPNS yang berintegritas dalam pengawasan, pengendalian, dan koordinasi dengan pihak berwenang, termasuk dalam perlindungan data pribadi. Tugas akhirnya adalah merumuskan peraturan perundang-undangan berdasarkan UU PDP dan Peraturan Jaringan Open Backbone Indonesia. Simak video “Video: Menkominfo Meutya Sob Minta Maaf Atas Keterlibatan Jajarannya dalam Insiden Judol” (agt/rns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *