Jakarta –

Read More : Dialami Betharia Sonata, Ini Gejala Stroke yang Bisa Muncul di Mata

Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) telah secara resmi mengumumkan hasil Studi Indonesia tentang Nutrisi (SSGI).

Pesan itu diterbitkan di acara diseminasi di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (26/26/2025).

“Tujuan kami tahun lalu adalah 20,1 persen. Alhamdulillah, hasilnya adalah 19,8 persen. Yaitu, kami berhasil melebihi tujuan 0,3 persen,” kata Menteri Kesehatan Budi Sadikin, dalam komentarnya.

Namun, Budi ingat bahwa tantangannya masih hebat. Pemerintah bertujuan untuk mengurangi akrobat untuk berkurang menjadi 18,8 persen pada tahun 2025 dan 14,2 persen pada tahun 2029, menurut Rencana Pembangunan Medium Nasional (RPJMN).

“Tujuan ini cukup sulit. Anda harus turun menjadi 7,3 persen dalam lima tahun,” katanya.

Budi juga menyebutkan enam provinsi dengan jumlah anak muda tertinggi yang diprioritaskan untuk manipulasi, yaitu: Jawa Barat: 638 ribu Java Central Di Bawah Lima: 485.893 Balita Jawa Timur: 430.780 Balitasumatra: 2066.456 Balitanita: 214.140 Balara: 3166.456 Balitanita: 214.140

“Jika kita dapat mengurangi enam provinsi ini 10 persen, resorsi dapat berkurang sebesar 4-5 persen,” katanya.

Selain itu, Menteri Kesehatan menekankan pentingnya intervensi kehamilan. Dia menekankan distribusi tablet yang dibawa dalam darah, mengukur perimeter wanita hamil, pemeriksaan hemoglobin (HB) dan suplemen mikronutrien.

“Stunting dimulai dari rahim. Jangan meninggalkan wanita hamil atau kekurangan gizi,” jelasnya.

Program penguatan Posyandu dilanjutkan, termasuk distribusi 300 ribu unit antropometrik, dukungan menyusui eksklusif, pemberian makan tambahan (PMT) dan imunisasi.

Berikutnya: Simpan 337 ribu anak kecil dari air terjun

Periksa video “Video Menkes Tentang Covid-19: Versi Lemah Omicron, Jangan Khawatir” (NAF/UP)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *