Jakarta –

Read More : Nah Loh! Dokter Pelaku Bullying Akan Terdata, ‘Rapor Merah’ di e-Logbook

Meningitis, atau meningitis, adalah peradangan atau infeksi pada lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebut meninges. Penyakit ini harus segera diobati, jika tidak maka bisa berakibat fatal.

Meski demikian, meningitis cukup sulit dikenali karena gejala yang muncul seringkali mirip dengan pilek, demam, dan sakit kepala. Selain itu, risiko tertular penyakit ini terjadi pada semua kelompok umur, seperti dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Oleh karena itu, pada uraian di bawah ini kita akan mempelajari tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan meningitis

Biasanya meningitis disebabkan oleh virus, jamur atau bakteri. Dalam beberapa kasus, peradangan pada selaput otak dapat disebabkan oleh reaksi imunologi, penyakit sistemik, atau lupus.

Tergantung penyebabnya, meningitis terbagi menjadi beberapa jenis. Mengutip WebMD dan Mayo Clinic, berikut penjelasannya. Bakteri meningitis

Meningitis jenis ini dapat disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Listeria monocytogenes, dan Haemophilus influenzae. Meningitis bakterial biasanya menyerang orang yang berusia di bawah 20 tahun.

Dalam kebanyakan kasus, meningitis bakterial dimulai ketika bakteri memasuki aliran darah melalui sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri tersebut kemudian dapat menyebar ke darah dan kemudian ke otak. Meningitis virus

Meningitis virus biasanya ringan dan hilang dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, meningitis jenis ini masih memerlukan penanganan medis untuk mencegahnya bertambah parah.

Meningitis virus biasanya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Virus penyebab meningitis antara lain enterovirus, virus herpes simpleks, HIV, virus West Nile, dan virus gondong.3. Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan dua jenis sebelumnya. Namun, risiko terkena meningitis jenis ini paling banyak menyerang orang dengan masalah sistem kekebalan tubuh, seperti pasien AIDS.

Jamur penyebab meningitis, seperti Cryptococcus, Histoplasma, Blastomyces, dan Coccidioides.4. Meningitis parasit

Meningitis parasit juga merupakan jenis yang langka. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang biasa menyerang hewan, seperti Angiostrongylus cantonensis dan Baylisascaris procyonis. Parasit ini biasanya menginfeksi ikan, belut, katak, dan ayam.

Jadi seseorang berisiko terkena meningitis parasit jika mengonsumsi daging, telur, atau produk dari hewan yang terinfeksi parasit.

Gejala awal meningitis bisa mirip dengan flu. Gejala ini kemudian bisa berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari. Ciri-ciri meningitis pada anak-anak dan orang dewasa

Gejala meningitis lain yang mungkin terjadi pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa antara lain: Demam tinggi Leher kaku, tidak mampu menurunkan dagu ke dada Sakit kepala parah Mual dan muntah Wajah mati rasa Kebingungan atau sulit berkonsentrasi Kejang Mengantuk dan kesulitan. terjaga Sensitivitas terhadap cahaya Kurang nafsu makan dan haus Pada beberapa kasus muncul ruam pada kulit, seperti meningitis meningokokus Ciri-ciri meningitis pada bayi

Bayi baru lahir juga bisa terkena meningitis, terutama bayi prematur. Pada bayi baru lahir, meningitis biasanya disebabkan oleh bakteri yang didapat dari ibu.

Sang ibu bisa saja terinfeksi bakteri, namun bakteri tersebut tidak membahayakan dirinya. Sementara itu, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi serius pada bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.

Berikut ciri-ciri penyakit meningitis pada bayi: Demam tinggi Selalu menangis Mengantuk, lesu dan tidak aktif Susah bangun Leher dan badan kaku Muntah-muntah Tidak nafsu makan Muncul benjolan di area lunak di atas kepala bayi Mengobati Meningitis

Pengobatan meningitis disesuaikan dengan jenis meningitis yang Anda derita. Berikut beberapa pengobatan meningitis: 1. Meningitis virus

Meningitis virus dapat sembuh dengan sendirinya. Perawatan untuk kasus meningitis ringan meliputi banyak istirahat, banyak minum, dan obat pereda nyeri untuk mengurangi demam dan nyeri tubuh.

Jika meningitis virus disebabkan oleh virus herpes atau flu, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat antivirus. Bakteri meningitis

Meningitis bakterial harus segera diobati dengan antibiotik. Hal ini untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi seperti pembengkakan otak dan kejang.

Setelah bakteri penyebab diketahui, dokter biasanya meresepkan pengobatan yang menargetkan bakteri tertentu. Kortikosteroid juga dapat diresepkan untuk meredakan peradangan.3. Meningitis jamur

Obat antijamur mungkin diresepkan untuk mengobati meningitis jamur. Pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit jika mengalami dehidrasi atau mengalami gejala parah.

Setiap pengobatan harus disesuaikan dengan jenis meningitisnya, dan dosis obat yang diberikan juga bergantung pada kondisi pasien. Apakah meningitis menular?

Meningitis, atau radang selaput otak, bisa menular. Virus dan bakteri penyebab penyakit dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan (droplet) ketika orang yang sakit bersin atau batuk.

Faktor yang meningkatkan risiko meningitis antara lain kebersihan lingkungan yang rendah. Selain itu, risiko penularan virus meningitis dapat meningkat di lingkungan yang ramai seperti asrama atau kamp pencegahan meningitis.

Untuk menghindari infeksi meningitis, Anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan, yaitu: 1. Vaksinasi

Vaksin dapat melindungi terhadap penyebaran bakteri meningitis. Beberapa vaksin yang tersedia dapat mengendalikan meningitis yang disebabkan oleh meningokokus, pneumokokus, dan Haemophilus influenzae b (Hib 2). Praktekkan kemurnian

Meningitis juga bisa dicegah dengan pola hidup bersih. Anda bisa sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, di tempat ramai, atau setelah membelai hewan.

Ingatlah untuk tidak berbagi minuman, makanan, peralatan makan, sedotan, sikat gigi atau kosmetik dengan orang lain. Mempraktikkan gaya hidup sehat

Sebaiknya Anda juga menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan.

Jika Anda sedang hamil, Anda juga harus berhati-hati saat makan. Mengurangi risiko tertular bakteri Listeria dari makanan daging seperti hot dog. Dan hindari keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

Anda juga harus bersikap etis saat batuk dan bersin, pastikan untuk menutup mulut dan hidung. Antibiotik

Jika Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menderita penyakit meningokokus, Anda mungkin menerima antibiotik. Hal ini untuk mengurangi risiko infeksi. Ciprofloxacin bisa dipilih, ceftriaxone bisa jadi alternatif.

Nah itulah penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan penyakit meningitis. Semoga membantu! Saksikan “Kontes Orang Pertama yang Menerima Implan Chip Otak Elon Musk” (azn/fds)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *