Ikata –
Read More : Ini Otak di Balik Performa Kencang Asus Vivobook S 15 OLED
Kementerian Sumber Daya Manusia (Kemnaker) menanggapi alokasi bonus liburan (THR) yang sebelumnya dialokasikan untuk pekerja. Proposal tersebut berasal dari Menteri Transportasi Dudy Purwagandhi.
Direktur Jenderal untuk Jaminan Sosial (PHI JSK), Departemen Hubungan Perusahaan Sumber Daya Manusia dan Departemen Sumber Daya Manusia, mengatakan bahwa itu adalah bagian dari Institut Kerjasama Tripartit Nasional (LKS), membahas hal ini. Untuk mendapatkan informasi, peradangan Level 3 Nasional terdiri dari unsur -unsur pemerintah, organisasi bisnis dan serikat pekerja/serikat pekerja.
“Kami sedang meninjau dan kami akan membahasnya dengan LKS Tripnas,” katanya.
Sebelumnya, Dudy menyarankan bahwa pembayaran tersedia. Dengan cara ini, masyarakat bisa lebih bebas untuk menentukan waktu perjalanan kembali ke LeBaland. Dia juga berharap untuk mengoordinasikan ini dengan Kementerian Sumber Daya Manusia.
Selain mengusulkan pembayaran, Dudy juga mengusulkan untuk mengimplementasikan pekerjaan dari mana saja (WFA) sebelum Idul Fitri. Dudy menekankan dorongan dua hari, yaitu, liburan Nyepi pada tanggal 29 Maret 2025 dan Idul Fitri diperkirakan menurun pada 1 April 2025.
Kecepatan bodoh, tenggat waktu dimulai, kesimpulan liburan akan mempengaruhi tingkat kepadatan jalan dan penggunaan layanan berbagai moda transportasi yang luas.
“Liburan panjang akan memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan pergerakan masyarakat. Selain itu, awal dan realisasi liburan akan mempengaruhi tingkat kepadatan selama transportasi LeBalan. Termasuk menentukan puncak dan aliran retret rumah.”
Lihat juga Video: Temui Menaker, Komite IX DPR Proposal menunjukkan H-14 Idul Fitri
(ACD/ACD)