Jakarta –
Read More : MU Disebut ‘Krisis’, Amorim Bawa-bawa Sir Alex Ferguson
Kementerian Transportasi (Menhub) Dudy Puragandhi mengadakan pertemuan kerja dengan Komisi Kamar V. selama pertemuan, Dudy menerima banyak pertanyaan tentang tingginya biaya penerbangan internal.
Menurut Dudy, tingginya biaya tiket pesawat adalah salah satu area Kementerian Transportasi, terutama pada malam Natal dan Tahun Baru (Natara). Dia juga menyatakan bahwa penyelesaian masalah ini juga mencakup kementerian lain, tepatnya dalam persalinan untuk bepergian.
“Adapun biaya untuk mengatur Natal, ia pasti akan fokus pada kami di Kementerian Transportasi. Dan sekarang, mengingat bahwa harga tiket tidak hanya terhubung dengan Kementerian Transportasi, ”katanya pada pertemuan kerja di kompleks DPR Street, Senyan, Jakarta Tengah, pada hari Rabu (11/11/2024).
Menurutnya, Kementerian Ekonomi yang terkoordinasi dan Kementerian Infrastruktur yang terkoordinasi memaksa tim teknis untuk mengatasi masalah tersebut. Dadi mengatakan bahwa minggu ini orang bisa melihat persalinan yang mengurangi tarif penerbangan.
“Dari Menteri Ekonomi yang terkoordinasi, Menteri Korioritas Infrastruktur, ia menciptakan tim teknis. Kami berharap bahwa minggu ini kami mendapatkan hasil penilaian, dan sebagai rekomendasi untuk peningkatan tarif ini dapat dikirim, ”tambahnya. Dudi juga menekankan bahwa Kementerian Transportasi masih mendengarkan aspirasi di masyarakat. Menurutnya, pada saat ini pemerintah terus bekerja untuk memastikan bahwa biaya tiket pesawat lebih murah.
Ketika dikonfirmasi, jika harga tiket berkurang, Dudy hanya menanggapi pemerintah untuk melihat berbagai aspek yang mengarah pada mahal biaya maskapai penerbangan.
“Untuk jaminan, tentu saja, kita harus mempertimbangkan kondisi nyata yang muncul saat ini sehingga kita dapat memenuhi kebijakan yang benar, menanggapi kebutuhan masyarakat sehingga perjalanan lebih seragam,” katanya.
Sebelumnya, anggota Kamar Komisi V, Yasti Sopredjo mencatat tingginya biaya tiket pesawat untuk jalan rumahan. Dia membandingkan penerbangan Jakarta-Manado, yang lebih mahal daripada penerbangan Jakarta-Jepang.
“(Untuk Manado) hampir 3 juta dolar untuk ekonomi. Garuda Business Group adalah 12 juta rpg, lebih mahal daripada di kelas bisnis Jepang. Untuk Jepang, ia kembali dengan RP.
Lihat juga Video: Kemenparepraf mengatakan tentang status pengurangan tarif di maskapai penerbangan
(Ily/kultus)