Bandung –
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan kabar terkini mengenai rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Bandung Raya. Menurut Menhub, proyek tersebut merupakan kerja sama dengan Bank Dunia.
Ke depan, BRT di Bandung Raya akan berbentuk kendaraan listrik. Budi Karya mengatakan proyek serupa juga ada di Medan, Sumatera Utara.
“Transportasi massal ini kerja sama dengan Bank Dunia. Ke depan, transportasi massal tidak hanya massal, tapi juga transportasi yang menggunakan listrik. Tadi di Medan,” ujarnya di Stasiun Bandung, Sabtu (28/9). 2024).
Proyek BRT Bandung Raya saat ini sedang dalam tahap akhir pengembangan. Budi Karya mengatakan, pengerjaan tahun ini difokuskan pada penyelesaian desain.
“Makanya proyek dan persiapannya sekarang sudah siap. Jadi Bandung menjadi salah satu kota yang akan menggunakan bus listrik, setelah Medan. Proyeknya akan selesai tahun ini,” jelasnya. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengungkap rencana pembangunan BRT di kawasan Bandung Raya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Bandung.
Kota Bandung sendiri mengalami kerugian ekonomi sebesar Rp12 triliun per tahun akibat kemacetan lalu lintas. Itu sebabnya Kementerian Perhubungan ingin masyarakat beralih ke angkutan umum.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Risyapuddin Nursin mengatakan pembangunan BRT di Bandung akan mencakup wilayah Kabupaten Chimahi, Padalarang, dan Sumedang. Total jaringan bus kota yang dibangun sepanjang 21 km.
“Sesuai amanat UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Lalu Lintas, pemerintah pusat dan daerah harus hadir bersama dalam menyediakan angkutan massal bagi masyarakat. Kami berharap BRT dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi udara di masa depan,” jelas Risyapuddin dalam keterangannya, Selasa (30/07/2024).
Risyapuddin mengatakan, pembangunan BRT tahap pertama akan dimulai pada tahun 2025. Selanjutnya akan dilanjutkan ke tahap 2 pada tahun 2026, dan tahap 3 selesai pada tahun 2027. Risyapuddin mengatakan nantinya akan dibuat jalur khusus untuk memastikan keakuratan jadwal bus.
Untuk rutenya, rencananya layanan bus perkotaan ini akan terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Padalarang, Stasiun Cimahi, Terminal Tipe A Leuwipanjang, dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar. (ily/hns)